
Suasana penuh harmoni antara The Jakmania dan Bonek pada pertandingan Persija Vs Persebaya Liga 1 2024/2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com- Sebagai bagian dari transformasi sepak bola Indonesia, PSSI mengeluarkan regulasi larangan kedatangan suporter tim tamu.
Regulasi tersebut sudah berjalan selama dua musim sebagai antisipasi agar tragedi Kanjuruhan yang memakan korban 135 orang tidak terulang kembali.
Namun, PT Liga Indonesia Baru berencana untuk kembali mengizinkan suporter tim tamu datang ke stadion melihat tim kebanggaannya bertanding musim depan.
Rencana itu menuai pro dan kontra di publik. Beberapa netizen penikmat sepak bola Indonesia ada yang setuju dengan keputusan FIFA dan PSSI untuk tidak mengizinkan suporter away datang ke sebuah pertandingan karena masih rawan.
"Saya setuju dengan FIFA untuk masalah ini karena memang SDM (Sumber Daya Manusia) kita masih belum layak," tulis komentar netizen di postingan @arsiptimnas.
Bahkan, ada netizen yang mengingatkan bahwa kejadian di Kanjuruhan bukanlah akibat dari kedatangan suporter away. "Kanjuruhan itu bukan antar pihak suporter pak, tapi pihak keamanan dan suporter tuan rumah!," tulis salah satu netizen.
"Udah mending gak usah, gak ada suporter away aja kadang masih ada ricuhnya," tambah netizen lainnya.
Netizen juga mengusulkan agar ada aplikasi seperti Garuda ID khusus klub untuk mengetahui siapa saja suporter yang datang.
"Mending bikin aplikasi macam Garuda ID khusus klub, kalau ada rusuh, permanen gak bisa masuk (stadion) lagi. Kalau ada rusuh sampai taruhan nyawa, dipidanakan." tulis netizen lain.
Terkait hal tersebut, sebenarnya PT LIB sebagai operator kompetisi sedang mengupayakan aplikasi untuk suporter. Mereka membuat aplikasi Sobat Liga yang dilengkapi fitur rekam wajah agar suporter yang hadir dapat terdata dengan baik.
Terkait rencana PT LIB, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan bahwa FIFA dan PSSI masih menganggap sepak bola Indonesia rawan jika ada kedatangan suporter away.
"Artinya, kalau ada peristiwa kerusuhan-kerusuhan yang mengakibatkan korban jiwa, Liga dan klub bertanggung jawab sepenuhnya. Artinya apa? Kami sebagai PSSI dan FIFA menjaga dan menilai bahwa konteks home and away supporter ini masih rawan," ucapnya.
Namun, dia juga tidak ingin menghalangi keinginan PT LIB dan klub untuk menghapus larangan kedatangan suporter away di Liga 1 musim depan.
"Kalau Liga dan klub ingin melakukan, silakan bertanggung jawab. Kalau nanti ada peristiwa seperti Kanjuruhan lagi, jangan sampai nanti bolanya dilempar sana-sini tidak punya rasa tanggung jawab. Nah itu aja kalau saya," ucapnya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
