Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 April 2025 | 01.30 WIB

Ketum PSSI Erick Thohir soal Potensi Pencabutan Regulasi Suporter Tim Tamu: Silakan Kalau PT LIB dan Klub Mau Tanggung Jawab!

Ketua Umum PSSI Erick Thohir berbicara perihal kemungkinan pencabutan larangan suporter tim tamu di Liga Indonesia. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com) - Image

Ketua Umum PSSI Erick Thohir berbicara perihal kemungkinan pencabutan larangan suporter tim tamu di Liga Indonesia. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir buka suara perihal rencana PT Liga Indonesia Baru mengizinkan suporter tamu hadir ke stadion untuk pertandingan Liga 1 Indonesia 2025/2026. Dia mempersilakan bila operator kompetisi dan klub mau bertanggung jawab penuh.

Regulasi larangan suporter tim tamu sudah diterapkan oleh PSSI dalam dua musim terakhir. Aturan itu dibuat sebagai bagian transformasi sepak bola Indonesia, sekaligus mengantisipasi adanya kerusuhan suporter sepak bola pasca Tragedi Kanjuruhan.

Sebagaimana diketahui, Tragedi Kanjuruhan menjadi salah satu insiden sepak bola terbesar di dunia. Sebab ratusan nyawa melayang akibat kerusuhan suporter. Jumlahnya mencapai sekitar 135 orang.

Namun, aturan larangan suporter tim tamu menimbulkan pro dan kontra. Terutama pada musim ini karena dianggap terlalu lama dan sejumlah suporter pun sudah melanggarnya. Mereka tetap datang mendukung tim kesayangannya saat bertandang ke kota lain.

PT LIB sebagai operator kompetisi, coba mengupayakan agar suporter tim tamu bisa datang lagi. Mereka membuat aplikasi Sobat Liga, yang dilengkapi fitur rekam wajah agar suporter yang hadir dapat terdata dengan baik.

Lantas bagaimana respons dan sikap PSSI terkait rencana PT LIB? Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI mengisyaratkan bahwa regulasi larangan suporter tim tamu akan berlanjut pada musim depan.

Pasalnya, FIFA dan PSSI menganggap pertandingan Liga 1 Indonesia masih rawan.  "FIFA bersama kami melihat masih banyak kejadian, home dan away ini tingkat tentu kritikalnya masih tinggi," kata Erick Thohir di Jakarta.

"Jadi saya tentu gini, bila terjadi ada hal-hal di sebuah Liga, itu yang bertanggung jawab penuh siapa?" tanyanya.

Erick menerangkan, PSSI tidak bertanggung jawab atas semua hal yang ada dalam sepak bola Indonesia. Termasuk perihal kompetisi yang diatur dan dijalankan oleh PT LIB. 

"Jadi PT Liga (LIB) diberikan wewenang oleh PSSI untuk mengeluarkan Liga. Dan kepemilikan LIB itu 99 persen dimiliki klub-klub. PSSI hanya 1 persen. PSSI berkewajiban menjaga Liga tidak ada match-fixing," terangnya.

Tugas lain PSSI, kata Erick, memastikan jadwal kompetisi bersinkronisasi dengan jadwal tim nasional. Kemudian memastikan ada perbaikan kualitas wasit dan juga adanya lisensi klub. "Artinya apa? Liga punya independensi yang luar biasa. Artinya apa? Penyelenggaran Liga itu tentu tanggung jawab LIB. Dan tentu kompetisi tanggung jawab Liga. Klub bertanggung jawab dengan pertandingannya," jelasnya.

Seandainya nantinya PT LIB mengizinkan suporter tim tamu datang ke stadion, lalu ada kejadian-kejadian yang tak diinginkan, operator dan klub disebut Erick harus mau bertanggung jawab secara penuh.

"Artinya, kalau ada peristiwa kerusuhan-kerusuhan yang mengakibatkan korban jiwa, Liga dan klub bertanggung jawab sepenuhnya. Artinya apa? Kami sebagai PSSI dan FIFA menjaga dan menilai bahwa konteks home and away supporter ini masih rawan," tuturnya. 

"Tetapi kalau Liga dan klub ingin melakukan, silahkan bertanggung jawab. Kalau nanti ada peristiwa seperti Kanjuruhan lagi, jangan sampai nanti bolanya dilempar sana-sini tidak punya rasa tanggung jawab. Nah itu aja kalau saya," pungkas Erick Thohir.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore