Zainudin Amali. (Dok. PSSI)
Acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, CEO Bhayangkara FC Agus Suryonugroho, serta COO klub Sumardji. Dalam kesempatan itu, Bhayangkara FC sekaligus mengumumkan kepindahan markas mereka ke Lampung mulai musim Liga 1 2025/2026. Sejalan dengan kepindahan ini, klub pun akan mengusung nama baru: Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Amali Tegaskan Tak Ada Konflik Kepentingan
Menanggapi kekhawatiran soal rangkap jabatan antara posisi di PSSI dan klub, Amali menyatakan komitmennya untuk tetap menjaga profesionalisme. Ia menyebut keterlibatannya bertujuan mendorong kemajuan klub secara manajerial tanpa mencampuri urusan teknis maupun keputusan federasi.
"Saya ada di sini bersama manajemen Bhayangkara FC untuk membawa tim ini lebih maju, karena klub ini baru saja kembali ke Liga 1," ujar Amali. "Saya memang juga Wakil Ketua PSSI, tapi saya menjamin integritas saya tidak akan terganggu."
Amali menambahkan, Bhayangkara FC merupakan tim dengan sejarah positif di Liga 1. Ia mengingatkan bahwa klub ini pernah menjadi juara Liga 1 pada 2017, meski kini tak banyak yang mengingat prestasi tersebut.
Contoh dari Exco Lain yang Rangkap Jabatan
Zainudin Amali juga mencontohkan sejumlah tokoh sepak bola nasional yang juga memiliki peran ganda antara federasi dan klub, namun tetap mampu menjaga profesionalitas.
Ia menyebut Sumardji sebagai COO Bhayangkara FC, Pieter Tanuri sebagai pemilik Bali United, dan Hasnuryadi Sulaeman sebagai pemilik Barito Putera, sebagai contoh nyata.
“Mereka semua bisa menjalankan dua peran sekaligus tanpa mengganggu profesionalitas atau memengaruhi keputusan federasi,” tambahnya.
Dukung Semarak Sepak Bola di Sumatra
Amali juga menyampaikan harapannya agar kehadiran Bhayangkara FC di Lampung dapat memeriahkan peta sepak bola nasional, terutama di Pulau Sumatra.
"Lihat saja, saat ini Semen Padang sedang berjuang kembali ke Liga 1. Kini dengan Bhayangkara FC di Lampung, semoga Sumatra makin ramai dengan kehadiran wakil-wakil dari sana," ucap Amali yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Ia menegaskan kembali bahwa keterlibatannya bersama klub tidak akan memengaruhi kinerjanya di PSSI maupun LIB. Sportivitas dan profesionalisme akan tetap dijunjung tinggi dalam setiap keputusan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
