Aji Santoso bersama Manajer Persela Fariz Julinar. (INSTAGRAM: Fariz Julinar)
JawaPos.com - Aji Santoso baru saja balik kucing. Pelatih 55 tahun itu memilih kembali untuk menukangi Persela Lamongan.
Itu adalah periode keduanya menangani klub berjuluk Laskar Joko Tingkir itu. Sebelumnya, dia pernah menjadi pelatih Persela pada 2017 silam. Ternyata, sebelum deal dengan Persela, Aji mendapat banyak tawaran dari klub lain.
"Beberapa klub yang meminta saya untuk bergabung. Ada beberapa tim dari Liga 2, termasuk ada pula tim Liga 1," kata suami Rini Sofia itu saat dihubungi Jawa Pos. Tapi, Aji malah menolak semua tawaran yang datang. Termasuk dari klub Liga 1. "Setelah saya pertimbangkan, saya akhirnya mantap memilih Persela," tambahnya.
Lantas, apa yang membuat Aji mantap memilih kembali ke Persela? Dia menyebut bahwa ada beberapa alasan kuat. Yang pertama adalah keseriusan manajemen untuk merekrutnya. "Manajemen Persela sangat serius selama negosiasi. Apalagi mereka juga benar-benar ingin membawa tim naik ke Liga 1. Itu salah satu faktor yang paling penting," bebernya.
Selain itu, ada hal lain yang membuat Aji tertarik pulang ke Lamongan. "Yang kedua adalah, karena saat negosiasi dengan mas Fariz (manajer Persela), saya diberi wewenang penuh untuk memilih pemain dan membangun tim musim ini. Dua hal itu sangat penting bagi seorang pelatih. Apalagi saya diberi kebebasan untuk membangun tim sejak awal," ungkap mantan pelatih Persebaya Surabaya itu.
Selain itu, Aji juga menyebut Persela sebagai tim dengan suporter fanatik. Hal itu pula yang membuatnya yakin untuk kembali. Tapi, ada satu faktor lagi yang tidak kalah penting.
"Salah satu alasan utama saya memilih Persela ya karena dekat dengan rumah. Jarak dari Lamongan ke Malang kan dekat. Kalau saya mau pulang ke Malang kan nggak perlu jauh-jauh," pungkas pelatih kelahiran 6 April 1970 itu. (*)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
