Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 00.04 WIB

Eks Persebaya Surabaya Jacksen F. Tiago dan Perjalanan Spiritualnya yang Baru: Belum Lama Pulang Umrah Sudah Ingin Balik ke Tanah Suci

Jacksen (kiri) dan Rizky Ridho di Arab Saudi. (Dok. Jacksen)

JawaPos.com - Saking personalnya, Jacksen F. Tiago baru mengabari sang istri pada malam sebelum paginya dia menjadi mualaf. Dalam proses mencari guru untuk memperdalam pengetahuan agama.

Jacksen F. Tiago tiba-tiba berhenti berbicara. Pelatih asal Brasil itu mengusap air mata yang menetes hingga ke janggutnya yang memutih.

”Saya mau punya sisa hidup damai, terutama untuk keluarga,” tutur direktur Akademi Borneo FC, Samarinda, tersebut setelah menenangkan diri.

Pada Sabtu (12/4) siang itu, kami duduk di sudut sebuah tempat makan di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Sehari sebelumnya (11/4), pria 56 tahun itu mengirim pesan mengajak bertemu untuk berbagi tentang sesuatu yang disebutnya sangat personal.

”Insya Allah (pembicaraan) akan bermanfaat untuk orang lain,” tulisnya di WhatsApp.
Tiga hari sebelumnya (9/4), Jacksen baru tiba dari ibadah umrah. Perjalanan spiritualnya yang baru dimulai ketika pria yang sukses mengantarkan Persebaya Surabaya menjuarai Liga Indonesia sebagai pemain dan pelatih tersebut memutuskan menjadi mualaf pada 15 Oktober 2024.

Dia mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid dalam kompleks pondok pesantren milik Presiden Borneo FC Nabil Husein di Samarinda, Kalimantan Timur. Tapi, Islam dikenalnya jauh sebelum itu.

Sebelum mualaf pun, Jacksen sudah pernah tiga kali merasakan puasa Ramadan. Dia menemani sang istri, Nadia Bajamal, dan kedua anaknya, Hugo serta Diego Samir, yang menjalankan ibadah wajib tersebut.

Sangat Personal

Keputusan menjadi mualaf disebut Jacksen hasil perenungan panjang. Melewati banyak momen yang menyentuh relung hatinya.

Saking personalnya, Jacksen bahkan baru memberi tahu sang istri yang tinggal di Surabaya bahwa dirinya hendak memeluk Islam pada malam hari sebelum esoknya ke masjid untuk membaca syahadat.

”Sudah lama saya mengamati dan mempelajari Islam. Misalnya, saya mengamati bagaimana istri dan anak-anak menjalankan salat,” beber pemilik nama Islam, Samir Ferreira Tiago, itu.
Baginya, Islam dan semua agama mengajarkan kebaikan. Sebagai manusia, berbuat baik adalah kewajiban. Tanpa memandang agama, warna kulit, dan lainnya.

”Sekarang saya memulai perjalanan baru. Sebelum saya mualaf, orang-orang muslim memperlakukan saya sangat baik. Sekarang saya sendiri sebagai muslim tentu akan melakukan hal serupa,” tuturnya.

Ingin Umrah Lagi

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore