
Pemain Timnas Indonesia mengikuti latihan jelang pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Mantan pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso ikut bangga saat menyaksikan Rizky Ridho Ramadhani, Marselino Ferdinan, dan Ricky Kambuaya mencuri perhatian saat membela Timnas Indonesia. Dia menilai anak asuhnya layak berkarier di luar negeri.
Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, dan Ricky Kambuaya termasuk talenta lokal asli yang membantu Timnas Indonesia meraih kemenangan atas 1-0 Bahrain. Mereka menunjukkan penampilan apik.
Rizky Ridho mampu menjaga lini pertahanan Garuda terhindar dari kebobolan. Marselino Ferdinan menyumbang satu assist, sementara Ricky Kambuaya menunjukkan aksi ciamik dan nyaris memberi assist saat diturunkan di babak kedua.
Aji Santoso sebagai pelatih yang pernah melatih ketiganya di Persebaya Surabaya, mengaku sangat bangga. Bahkan Ridho, Kambuaya, dan Marselino termasuk menonjol saat mereka bersama pada musim 2020.
"Dulu, siapa yang tahu Marselino? Siapa yang tahu Kambuaya? Sekarang mereka jadi pemain besar. Saya ikut bangga karena bisa andil dalam karir mereka,'' ucap Aji Santoso.
Menurut Aji, kualitas dan kemampuan ketiganya memang terus berkembang. Dia bahkan tak ragu menyebut bahwa ketiga pemain itu mampu bersaing dengan para pemain diaspora yang menghuni skuad Timnas Indonesia sekarang.
Selain itu, Aji Santoso juga merasa mantan anak asuhnya layak bermain di luar negeri. Terutama Rizky Ridho (Persija Jakarta) dan Ricky Kambuaya (Dewa United FC) yang saat ini masih menempuh karier di Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Rizky Ridho dan Ricky Kambuaya disebut Aji layak untuk mengikuti jejak Marselino Ferdinan, yang kini sudah membela Oxford United FC di Inggris.
"Ridho dan Kambuaya itu menurut saya tinggal tunggu kesempatan saja. Kalau kesempatan datang saya yakin dia mampu untuk membuktikan," kata Aji saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (29/3) malam.
Tapi, Aji menyarankan agar Rizky Ridho dan Ricky Kambuaya untuk abroad ke Thailand terlebih dahulu, bukan langsung ke Eropa. Misalkan ke Thailand itu pengalaman pertama main di klub luar negeri," katanya.
"Kalau misalkan sukses di Thailand bisa main di negara yang kualitas kompetisinya lebih di atas lagi. Artinya Thailand sebagai batu loncatan ke negara yang kualitasnya lebih tinggi lagi misalkan Jepang atau bahkan mungkin Eropa," tambah pelatih berusia 54 tahun ini.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
