Winger Persebaya, Oktavianus Fernando di laga melawan PSIS Semarang pada lanjutan pertandingan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/3/2025). (Ryana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka dengan PSIS Semarang setelah laga dramatis berakhir imbang 1-1. Gol penyama kedudukan dari Septian David Maulana di menit 90+4 memupus harapan Green Force meraih tiga poin penuh.
Hasil ini membuat Persebaya Surabaya gagal mengudeta Dewa United dari posisi kedua klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2024/2025. Dengan raihan 48 poin, Persebaya Surabaya masih tertahan di peringkat ketiga.
Laga melawan PSIS Semarang berlangsung sengit sejak menit pertama. Persebaya Surabaya sempat unggul lebih dulu berkat gol cepat di babak pertama, tetapi kehilangan fokus di menit akhir menjadi petaka.
Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, mengaku kecewa dengan hasil ini. Ia menilai timnya sebenarnya bermain sangat baik dan memiliki banyak peluang untuk mengunci kemenangan.
“Babak pertama kami unggul 1-0 dan di babak kedua kami berusaha mencetak gol kedua. Tapi sayangnya, keunggulan satu gol tidak cukup di Liga Indonesia,” kata Munster.
Munster menyoroti transisi cepat PSIS Semarang yang berbuah sepak pojok di menit akhir. Situasi itu membuat lini belakang Persebaya Surabaya kehilangan fokus hingga akhirnya kebobolan.
“Kami punya banyak peluang besar untuk mencetak gol di akhir pertandingan. Tapi ketika tidak terjadi gol kedua, semuanya menjadi sulit dan kami harus membayar mahal,” ujarnya.
Paul Munster juga menyampaikan dukungannya untuk Oktafianus Fernando atau yang akrab disapa Ofan. Menurutnya, Ofan layak mendapat kesempatan karena selalu menunjukkan usaha keras di latihan.
“Kami semua support Ofan. Jangan salahkan dia, ini adalah bagian dari sepak bola,” tegas Munster.
Ofan sendiri menunjukkan sikap bertanggung jawab usai gagal memanfaatkan peluang emas di akhir laga. Ia secara terbuka menerima kritik dan siap disalahkan atas hasil imbang tersebut.
“Kesalahan ini ada pada saya, bukan tim. Saya siap mengambil tanggung jawab dan menerima apapun konsekuensinya,” ujar Ofan.
Dukungan moral dari Bonek pun mengalir deras melalui media sosial. Banyak suporter yang memberikan semangat dan meminta Ofan tetap tegar menghadapi situasi ini.
“Semangat cak, kami tetap mendukungmu,” tulis salah satu Bonek di Instagram. Ada pula yang menyampaikan kegagalan ini adalah dinamika dalam sepak bola yang harus diterima dengan kepala tegak.
Bonek lainnya juga menegaskan kesalahan ini bukan akhir segalanya. Mereka berharap Ofan terus berkembang dan bangkit untuk memberikan yang terbaik di laga-laga berikutnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
