Agus Murod (tiga dari kiri barisan belakang) saat membela Persebaya Surabaya musim 1996/1997. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Agus Murod Alfaridzi mungkin bukan nama yang setenar bintang-bintang sepak bola Indonesia lainnya. Namun, jejak panjang dan dedikasinya di dunia sepak bola membuktikan ia adalah sosok yang layak dikenang oleh para pecinta sepak bola Tanah Air.
Lahir di Semarang pada 9 November 1974, Agus Murod telah membela beberapa klub besar di Indonesia sepanjang karier profesionalnya. Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, dan PPSM Sakti Magelang menjadi bagian penting dalam perjalanan sepak bola pria yang dikenal loyal ini.
Karier profesional Agus Murod dimulai bersama Persebaya Surabaya pada tahun 1996. Meski lebih sering menjadi pelapis di bawah mistar, ia tetap menjadi bagian penting dalam skuad juara Liga Indonesia 1996/1997 yang melegenda.
Era tersebut adalah masa keemasan Persebaya yang dikenal dengan julukan "The Dream Team." Bersama nama-nama besar seperti Aji Santoso, Bejo Sugiantoro, Yusuf Ekodono, Uston Nawawi, Carlos De Melo, dan Jacksen F Tiago, Agus Murod ikut mengukir sejarah.
Prestasi terbesar Agus bersama Persebaya Surabaya adalah saat meraih gelar juara Liga Indonesia 1996/1997. Persebaya Surabaya menjadi juara setelah mengandaskan Bandung Raya dalam partai final yang dramatis dan dikenang sepanjang masa.
Meski tidak selalu menjadi pilihan utama, peran Agus Murod tetap penting di balik layar. Ia menjadi bagian dari skuad yang solid, memberikan dukungan dan persaingan sehat di posisi penjaga gawang.
Setelah meraih kejayaan bersama Persebaya Surabaya, Agus Murod memutuskan hengkang pada tahun 2001. Pilihan jatuh pada PSIS Semarang, klub asal kota kelahirannya yang saat itu sedang berjuang bangkit.
Kala bergabung dengan PSIS, tim ini tengah menghadapi tantangan serius setelah terdegradasi ke Divisi Satu pada musim sebelumnya. Kedatangan Agus membawa angin segar dan harapan baru bagi Laskar Mahesa Jenar.
Pengalaman yang dibawanya dari Persebaya Surabaya menjadi aset berharga bagi PSIS. Agus menjadi sosok yang dihormati di ruang ganti dan di lapangan, meskipun kerap menjadi pelapis I Komang Putra.
Meski tak selalu menjadi pilihan utama, Agus Murod tak pernah kehilangan semangat juang. Dedikasi dan loyalitasnya membuatnya menjadi salah satu figur penting dalam kebangkitan PSIS.
Pada periode 2005 dan 2006, PSIS Semarang mengalami kejayaan dengan skuad bintang. Agus Murod menjadi bagian dari tim yang tampil gemilang di papan atas kompetisi sepak bola Indonesia.
Namun, tantangan besar datang pada akhir musim 2007 ketika PSIS mengalami krisis finansial. Banyak pemain bintang memilih hengkang, tetapi Agus tetap setia bertahan.
Kesetiaan Agus Murod kepada PSIS Semarang menjadi bukti cinta mati pada klub ini. Ia memilih berjuang bersama tim meski harus menghadapi keterbatasan dan tekanan berat.
Pada masa sulit itu, Agus tetap menjadi pilar kuat di bawah mistar gawang PSIS. Bahkan ketika PSIS harus menelan kekalahan telak 0-5 dari Persija Jakarta, ia tetap menunjukkan profesionalisme tinggi.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
