Unggahan akun media sosial PSSI tentang Hari Wanita Internasional (Dok. PSSI)
JawaPos.com - Tanggal 8 Maret 2025, seluruh dunia merayakan hari tersebut sebagai perayaan Hari Wanita Internasional. Dikutip dari International Womens Day, perayaan ini sudah dimulai sebelum abad ke-20 akibat dari ketidakadilan yang menimpa buruh perempuan. Tuntutan yang dibawa adalah kenaikan upah yang layak dan pemotongan jam kerja yang terlalu berlebihan.
Awal abad ke-20, tepatnya pada tanggal 8 Maret 1908, gerakan ini terus membesar dengan menuntut keadilan dan kesetaraan untuk buruh perempuan serta hak untuk memilih dalam pemilihan langsung. Butuh perjuangan panjang selama berpuluh-puluh tahun sampai akhirnya PBB pada tahun 1977 turut serta memperingati tanggal 8 Maret setiap tahunnya sebagai Hari Wanita Internasional.
Tahun ini, tanggal 8 Maret kembali dirayakan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Akun media sosial federasi sepak bola Indonesia, PSSI, juga turut merayakan Hari Wanita Internasional dalam unggahan di media sosial Instagram. Dalam unggahan tersebut, menampilkan foto punggawan timnas Putri Indonesia yang berhasil jadi juara di ajang kejuaraan sepak bola se-Asia Tenggara beberapa waktu silam.
Caption yang ditulis oleh PSSI juga memberikan harapan bahwa di hari yang spesial untuk perempuan, ada peluang dari Garuda Pertiwi untuk bisa membawa timnas Indonesia ke kancah sepak bola dunia.
Tak ada yang salah dengan harapan tersebut, tetapi dari kolom komentar sejumlah warganet yang juga penggemar dari timnas Indonesia memberi komentar menohok terkait komitmen PSSI dengan perayaan Hari Wanita Internasional. Beberapa komentar menanyakan seputar nasib Liga 1 Putri yang disebut mengalami pengunduran jadwal menjadi digelar tahun 2027 untuk menjalani penyesuaian dan perbaikan struktur kompetisi.
Salah satu komentar yang masuk menyebutkan kekecewaannya kepada keputusan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang menunda-nunda penyelenggaraan Liga 1 Putri. Selain itu ada komentar lainnya yang meminta para pendukung sepak bola wanita untuk tetap bersuara menuntut kepastian penyelenggaraan Liga 1 Putri segera dimulai.
Pada tanggal 20 Februari 2025, Erick Thohir memimpin rapat dengan petinggi-petinggi PSSI yang menghasilkan keputusan untuk menggelar Liga 1 Putri menjadi tahun 2027. Keputusan itu akan memperhatikan aspek perbaikan terutama pada aspek operasional liga, struktur kompetisi dan aspek komersial.
Erick Thohir menyebutkan bahwa kesemuanya itu ditujukan untuk prospek jangka panjang penyelenggaraan Liga 1 Putri hingga 10 tahun mendatang. Selain itu, pihaknya akan melakukan proses benchmarking dengan liga-liga sepak bola putri di negara-negara yang sudah berjalan dan sukses besar. Seperti Liga Sepak Bola Putri Jepang, Liga Sepak Bola Putri Belanda, dan Liga Sepak Bola Putri Inggris.
"Hasil rapat dengan jajaran di PSSI menghasilkan keputusan untuk menggelar Liga 1 Putri menjadi tahun 2027. Persiapan menuju penyelenggaraan akan memperhatikan potensi-potensi di bidang operasional, kompetisi, dan sisi komersial. Selain itu, akan dilakukan proses benchmarking dengan liga-liga sepak bola putri yang sudah maju seperti di Jepang, Belanda, dan Inggris. Harapannya, penyelenggaraan Liga 1 Putri akan berjalan sukses hingga 10 tahun mendatang," tutur Erick Thohir dikutip dari instagram pribadinya.
Sontak, ribuan warganet mempertanyakan keputusan PSSI untuk mengundur penyelenggaraan Liga 1 Putri. Sebab, hal itu bertentangan dengan pernyataannya yang ingin melanjutkan Liga 1 Putri di tahun 2026. Pernyataan itu disebutkan sebelum dirinya dilantik menjadi Ketua Umum PSSI.
Penyelenggaraan Liga 1 Putri yang mandek membuat prestasi timnas putri Indonesia jalan di tempat. Walaupun berhasil meraih prestasi di tingkat regional Asia Tenggara, namun kiprahnya masih kalah dan mulai tertinggal dengan negara-negara seperti Filipina, Myanmar, dan Thailand.
Terakhir kalinya penyelenggaraan Liga 1 Putri terjadi pada tahun 2019 ketika PSSI masih di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi. Saat itu, jumlah kontestan Liga 1 Putri diikuti oleh 10 tim yang juga berlaga di Liga 1. Edisi perdana itu menghasilkan Persib Bandung Putri menjadi juara setelah mengalahkan Tira Persikabo Kartini di laga final yang berlangsung dua leg.
Reva Oktaviani yang pada masa itu memperkuat Persib Putri diganjar penghargaan Pemain Wanita Terbaik sepanjang gelaran perdana Liga 1 Putri. Sempat dihentikan karena pandemi Covid-19, nyatanya Liga 1 Putri musim 2019 itu jadi satu-satunya musim terselenggaranya Liga 1 Putri sampai saat ini.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
