
Selebrasi Chino ke gawang Arema FC dan dirayakan bersama rekan-rekannya di Malut United. (Dok. Malut United)
JawaPos.com - Nama lengkapnya adalah Diego Maximo Martinez Adorno tetapi di nama punggung dirinya memilih untuk membubuhkan nama panggilannya, Chino. Lahir pada 17 Oktober 1995 di Asuncion, Paraguay, Diego Martinez menjalani musim perdananya di Indonesia sepanjang karir sepak bolanya.
Klub Malut United yang baru promosi dari Liga 2 musim lalu jadi klub yang beruntung mendatangkan Diego Martinez. Chino didatangkan untuk memperkuat tim Naga Gamalama selama mengarungi kerasnya kompetisi Liga 1.
Dilansir dari Antara, Diego Martinez didatangkan manajemen Malut United untuk menambah daya gedor Malut United. Chino mengemban ekspektasi tinggi untuk meneruskan karir hebatnya di Paraguay.
Kedatangan Chino ke skuad Imran Nahumarury merupakan rekrutan kelima setelah mendatangkan keempat legiun asingnya, salah satunya ada Adriano Castanheira. Manajemen dan pelatih Malut United pun menyebut Diego Martinez adalah sosok pemain yang tepat untuk mengisi skema permainan yang akan dibawakan oleh Malut United di Liga 1.
"Semua pemain yang sudah kami rekrut adalah sesuai dengan kebutuhan tim dan manajemen. Harapannya ke depan adalah para pemain bisa menjawab ekspektasi yang diberikan manajemen untuk mengangkat performa tim dan bisa masuk sesuai dengan skema permainan yang akan dijalankan oleh pelatih," tutur COO Malut United, Willem D. Nanlohy. Dukungan dan harapan untuk cepat nyetel dengan tim juga disuarakan oleh pelatih utama Malut United, Imran Nahumarury.
"Saya senang dengan profil dari Diego Martinez dan saya berharap dirinya segera beradaptasi dengan tim dan pelatih. Disini sudah sejak awal prinsipnya adalah saling membantu satu sama lain sehingga para pemain tidak akan kesulitan untuk beradaptasi," tutur Imran Nahumarury yang di musim ini jadi satu-satunya pelatih lokal yang masih eksis di kompetisi Liga 1.
Dikutip dari Transfermarkt, Diego Martinez sudah tampil sebanyak 19 pertandingan untuk Malut United. Chino baru menyumbang 8 gol termasuk 2 gol tambahan dari laga kontra Arema FC pada Selasa (4/3) malam.
Catatan menit bermainnya adalah sebanyak 1116 menit dan sudah mendapat 2 kartu kuning selama berseragam Malut United. Capaian golnya memang masih kurang memuaskan lantaran Chino sempat kesulitan mendapat tempat utama di awal-awal pekan Liga 1 bergulir.
3 pekan pertama Imran Nahumarury mempercayakan posisi no 9 tim untuk Diego Martinez. Namun kepercayaan itu gagal membuahkan hasil lantaran Chino tak mampu menyumbangkan satu pun kontribusi untuk tim.
Situasi sempat berjalan sulit bagi Diego Martinez pada pekan ke-6 sampai pekan ke-9 lantaran namanya tidak mencatatkan satu pun menit bermain. Hal ini membuat Chino mulai dipertanyakan kapasitasnya sebagai penyerang dengan ekspektasi tajam di kotak penalti.
Kebuntuan itu akhirnya pecah pada pertandingan antara Malut United menghadapi Persis Solo pada (21/11/24). Malut United berhasil menggasak Persis Solo dengan skor 3-0 dan dua gol Malut United dipersembahkan oleh Diego Martinez yang bermain sampai menit ke-80.
Catatan positif itu kemudian berhasil dilanjutkan ketika berhasil menyelamatkan Malut United dari kekalahan. Satu golnya memaksa hasil imbang 1-1 dengan Dewa United pada (07/12/24).
Selanjutnya, Diego Martinez berhasil mencetak gol lagi pada pertandingan melawan PSIS Semarang pada (22/12/24) dengan skor 3-1 untuk Malut United, melawan Semen Padang pada (2/2) dengan skor 1-1 untuk kedua tim, melawan PSS Sleman pada (23/2) dengan skor 1-0 untuk Malut United. Dua gol ke gawang Arema FC menambah catatan golnya menjadi 8 yang dipersembahkan untuk Malut United di musim ini.
Diego Martinez masih berpeluang menambah gol-golnya untuk Malut United di pekan-pekan selanjutnya. Kiprah Chino yang sempat diragukan pada awal musim berhasil membalikkan keadaan di pertengahan putaran kedua.
Peningkatan performa Chino juga seiringan dengan peningkatan performa Malut United yang terus melesat naik hingga menuju posisi 7 besar klasemen. Bukan tidak mungkin bahwa kontribusi Chino bakal membawa Malut United berhasil menyelesaikan musim 2024-25 di peringkat 4 besar klasemen.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
