Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyebut akan menambah tiga pemain naturalisasi anyar untuk Timnas Indonesia. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengumumkan akan menambah tiga pemain keturunan baru untuk dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia. Salah satunya adalah Emil Audero Mulyadi, penjaga gawang klub Italia, Palermo.
Program naturalisasi yang dimiliki PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia terus berlanjut. Setelah menyelesaikan proses alih warga negara Ole Romeny, federasi kini menyiapkan tiga pemain keturunan lain untuk dinaturalisasi.
Erick Thohir menyatakan, komposisi skuad Timnas Indonesia saat ini masih perlu penguatan. Ada sejumlah posisi yang harus dikuatkan. Pertama adalah penjaga gawang untuk memberikan persaingan untuk Maarten Paes.
"Kami juga bicara sama Marteen Paes bahwa persaingan itu diperlukan, dia sangat welcome. Kita tahu sekarang dia pemain klub utama di Liga Amerika, di FC Dallas.
Tetapi tentu yang namanya resiko itu pasti ada di sepak bola, yaitu cedera. Nah kita harus perkuat di posisi kiper kita," kata Erick Thohir dalam keterangan pers di GBK Arena, Sabtu (22/2).
"Alhamdulillah setelah proses lama, diskusi lama, dan kita tahu para pemain sendiri kan punya dinamika kehidupannya mereka masing-masing. Nah Emil Audero Mulyadi prosesnya sekarang sudah baik sekali. Ini menjadi salah satu pilihan untuk kita menjadi tim bersama Marteen Paes," tambahnya.
Emil Audero bukanlah sosok asing di telinga penggemar sepak bola Indonesia. Selain puny nama belakang yang sangat melokal, Emil termasuk penjaga gawang berdarah Lomboj, Nusa Tenggara Barat asal Italia yang punya karier cukup mentereng.
Emil Audero telah lama malang melintang di Italia. Dia adalah jebolan Juventus dan pernah memperkuat Venezia, Sampdoria, Inter Milan, Como 1907, dan kini Palermo. "Artinya kita mempunyai dua goalkeeper yang kokoh," jelas Erick.
"Di posisi (kiper) ketiga kita akan mempresentasikan kiper yang muda supaya bisa belajar kepada senior-seniornya nanti," tambah orang nomor satu di sepak bola Indonesia tersebut.
Selain kiper, posisi gelandang juga disebut Erick perlu penguatan. Sebab Timnas Indonesia kini cuma punya lima gelandang berkualitas, yakni Ivar Jenner, Nathan Tjoe A-On, Thom Haye, Ricky Kambuaya, dan Marc Klok.
Nah, Erick ingin pelatih Patrick Kluivert punya opsi tambahan untuk gelandang. Satu nama pun didapat untuk diproses naturalisasi, yakni Joey Pelupessy. "Nah akhirnya pilihan yang juga selama ini kita coba ajak bicara dan akhirnya mau, Joey Pelumpessy yang keturunan Maluku," terangnya.
"Dan dia sudah diskusi, sudah berpikir bagaimana posisi dia juga diperlukan dan terakhir dia kapten di klubnya," tambahnya.
Saat ini Joey Pelupessy bermain untuk Lommel SK, klub Belgia yang berkompetisi di kasta kedua, Challenger Pro League. Pemain berusia 31 tahun itu punya pengalaman pernah bermain di Inggris dan Belanda bersama klub seperti Heracles Almelo, Sheffield Wednesday, FC Groningen, FC Twente.
"Saya rasa bisa mendukung lini tengah kita. Lini tengah yang memang pada saat ini kekurangan," katanya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
