Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Februari 2025 | 16.46 WIB

Profil M. Tahir: Dulu Senggol Timnas Indonesia Soal Naturalisasi, Kini Tak Terima Keputusan Wasit di Laga Persebaya Surabaya vs PSBS Biak

M. Tahir kembali berikan pernyataan kontroversial dengan mengkritik keputusan wasit di laga PSBS Biak hadapi Persebaya Surabaya. (Media PSBS)

JawaPos.com — M. Tahir menjadi sorotan setelah melontarkan protes terhadap keputusan wasit dalam laga Persebaya Surabaya vs PSBS Biak. Gelandang bertahan PSBS Biak itu menyesalkan beberapa keputusan yang dinilai merugikan timnya.

Muhammad Tahir atau yang akrab disapa M. Tahir merupakan pemain sepak bola asal Papua. Lahir di Jayapura pada 4 Januari 1994, ia berkembang menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik yang dimiliki Indonesia.

Perjalanan karier Tahir dimulai dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Muda Hamadi. Bakatnya yang menonjol membawanya bergabung dengan Persipura Jayapura U-21 pada tahun 2012.

Di Persipura U-21, Tahir mendapatkan tempaan gaya permainan khas tim Mutiara Hitam. Permainannya mengandalkan kekuatan fisik, determinasi tinggi, serta kekompakan dalam membangun serangan.

Kerja kerasnya berbuah manis setelah mendapat promosi ke tim senior Persipura pada 2016. Pelatih Osvaldo Lessa melihat potensi besar dalam diri Tahir sebagai gelandang bertahan yang tangguh.

Tahir menjadi pemain kunci di lini tengah Persipura dengan kemampuan tekel yang akurat. Selain itu, visinya dalam membangun serangan dari lini belakang membuatnya semakin penting bagi tim.

Bersama Persipura, Tahir berhasil meraih gelar juara Liga 1 pada 2016. Prestasi lainnya adalah membawa timnya memenangkan Piala Bhayangkara di tahun yang sama.

Setelah bertahun-tahun menjadi bagian penting di Persipura, Tahir memutuskan hengkang. Pada 2022, ia memilih bergabung dengan PSBS Biak untuk tantangan baru dalam kariernya.

Di PSBS Biak, Tahir tetap menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang bertahan tangguh. Bahkan, ia dipercaya menjadi kapten tim dan memimpin PSBS meraih gelar Liga 2.

Kesuksesan PSBS menjuarai Liga 2 membawa mereka promosi ke Liga 1. Tahir menjadi salah satu pemain yang berkontribusi besar dalam pencapaian tersebut.

Selain aksi gemilang di lapangan, Tahir juga dikenal karena pernyataan kontroversialnya. Pada April 2024, ia sempat menyindir kebijakan naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia.

Tahir menilai kualitas pemain lokal setara dengan pemain diaspora. Ia yakin tim nasional bisa bersaing tanpa perlu menggunakan jasa pemain diaspora.

Pernyataannya menuai perdebatan di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Ada yang mendukung pandangannya, tetapi tidak sedikit yang mengkritiknya.

Selain itu, Tahir juga termasuk pemain mahal di Liga 2. Berdasarkan data dari Transfermarkt, ia menempati peringkat ke-24 pemain termahal dengan nilai Rp 2,17 miliar.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore