Ekspresi pelatih Persebaya Paul Munster pada laga mengahadapi Persita dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin (31/1/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com — Masa depan Paul Munster di Persebaya Surabaya kian berada di ujung tanduk. Serangkaian hasil buruk membuat posisinya sebagai pelatih kepala semakin terancam.
Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, menegaskan keputusan mengenai nasib Munster akan ditentukan dalam dua laga ke depan. Pernyataan ini disampaikan usai Persebaya Surabaya takluk 1-2 dari Persis Solo pada Jumat (7/2/2025).
Dua pertandingan krusial menanti Persebaya Surabaya, yakni menghadapi PSBS Biak di kandang dan bertandang ke markas Dewa United. Setelah itu, mereka juga akan menjalani laga sulit melawan Persib Bandung di Bandung.
Tren negatif Persebaya Surabaya menjadi pemicu utama desakan perubahan di kursi kepelatihan. Dalam enam laga terakhir, Green Force hanya meraih satu hasil imbang dan menelan lima kekalahan.
Persebaya Surabaya takluk dari Bali United (0-2), PSS Sleman (1-3), Malut United (0-2), Barito Putera (0-3), dan Persis Solo (1-2). Satu-satunya hasil seri diperoleh saat menjamu Persita Tangerang dengan skor 1-1.
Kritik terhadap Paul Munster semakin kencang setelah kekalahan dari Persis Solo. Banyak pihak menilai taktiknya terlalu konservatif dan membuat Persebaya Surabaya bermain pasif.
Saat melawan Persis, Ernando Ari harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya hingga lima kali hanya di babak pertama. Strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik dinilai tidak cocok dengan karakter permainan Persebaya Surabaya.
Desakan dari Bonek agar Munster segera lengser pun semakin menggema di media sosial. Mereka bahkan sudah mulai menyebut dua kandidat pelatih yang dianggap layak menggantikannya.
Nama pertama yang mencuat adalah Pieter Huistra, mantan pelatih Borneo FC dan Timnas Indonesia. Pelatih asal Belanda ini memiliki rekam jejak mentereng di kancah sepak bola Asia.
Huistra pernah menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 2015 dan Direktur Teknik PSSI pada 2014/2015. Bersama Borneo FC, ia membawa tim itu menjuarai Liga 1 reguler series musim lalu sebelum akhirnya gagal juara akibat sistem championship series.
Selama menangani Borneo FC, Huistra mencatatkan 38 kemenangan, 15 hasil imbang, dan 19 kekalahan dalam 72 pertandingan. Dengan catatan ini, ia dinilai sebagai opsi yang realistis bagi Persebaya Surabaya.
Saat ini, Huistra dalam status tanpa klub setelah didepak Borneo FC pada pertengahan musim lalu. Hal ini memudahkan Persebaya Surabaya jika ingin mendatangkannya tanpa harus membayar kompensasi kontrak.
Selain Huistra, nama lain yang juga diusulkan oleh Bonek adalah Bernardo Tavares, pelatih PSM Makassar. Sosoknya dikenal karena berhasil membawa PSM meraih gelar juara Liga 1 Indonesia 2022/2023.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
