Mantan pemain Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono, kini menjadi salah satu pemilik klub Liga 3, Persiba Balikpapan. (Instagram Evan Dimas)
JawaPos.com - Mantan pemain Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono, kini memutuskan hiatus dari hingar bingar sepak bola profesional setelah kontraknya dengan Persik Kediri berakhir.
Meskipun demikian, Evan Dimas juga tidak serta merta lepas dari keterlibatan di dunia sepak bola. Di antaranya menjadi salah satu stakeholder atau pemilik klub asal Kalimantan, Persiba Balikpapan.
Selain itu, ia kini juga menjadi pelatih sekolah sepak bola (SSB) di Tulungagung, yaitu SSB Saraswati di daerah Mojoarum. Evan Dimas sendiri telah mengantongi lisensi pelatih C AFC.
Evan ternyata cukup serius menjalani peran sebagai pelatih SSB Saraswati. Ia bahkan sudah punya filosofi sendiri dalam melatih, meski baru melatih anak-anak di bawah umur.
Filosofi yang ia coba terapkan adalah bermain indah seperti gerakan tari tradisional. Hal itu tidak lepas dari tempat tinggalnya di Sanggar Saraswati.
Menurut jebolan akademi Persebaya itu, permainan sepak bola bisa dibuat seindah gerakan tari demi meraih hasil positif.
"Saya tersadar waktu melihat gerakan penari. Semua gerakannya sama. Ketukannya sama. Lalu saya pikir, kenapa sepak bola tidak dibikin seindah itu?" ungkapnya seperti dikutip dari koran Jawa Pos edisi 11 Februari 2025.
Evan menyadari bahwa sepak bola indah kini mulai ditinggalkan. Apalagi, bagi pelatih-pelatih yang lebih mengedepankan hasil akhir daripada bermain indah.
Maka dari itu, ia ingin membuat sepak bola indah menjadi gaya permainan tim yang dilatihnya. Ia memasukkan unsur permainan tradisional dan seni dalam sepak bola.
"Karena seni akan melatih keluwesan dan dari beberapa permainan tradisional, bisa lahir koordinasi tim. Seperti Gobag Sodor untuk pertahanan," tutur Evan.
Mantan pemain Selangor FC ini juga punya cara tersendiri agar anak-anak asuhnya bisa memahami filosofi penerapan kesenian dalam sepak bola. Ia mengajak mereka menonton tari dan karawitan di sanggar setelah latihan.
Selama latihan, ia juga meminta mereka untuk tidak bermain kasar dan mengedepankan fair play.
"Percuma kalau menang, tapi caranya nggak benar. Harus fair play. Mainlah dengan indah, maka lawan akan memberi aplaus ketika menang," ujarnya tegas.
Bermain indah dan fair play merupakan landasan dalam bermain sepak bola versi Evan Dimas. Ia mengajarkan para anak asuhnya mengenai dua aspek tersebut saat bermain sepak bola.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
