
Aksi striker Persebaya, Dejan Tumbas saat menghadapi Persis Solo. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya benar-benar sedang krisis pada awal putaran kedua Liga 1 musim ini. Bertekad curi poin dari kandang Persis Solo, ujung-ujungnya malah kalah 2-1.
Hasil buruk tersebut semakin menambah panjang durasi puasa kemenangan Persebaya yang terakhir kali diraih pada pertengahan Desember 2024 lalu saat mengalahkan Borneo FC.
Pada laga Jumat malam (7/2), Persebaya memang layak kalah. Persis Solo begitu dominan. Sedangkan Green Force selain kesulitan mengembangkan permainan, mereka juga harus bermain dengan 10 orang setelah Gilson Costa dikartu merah.
Mengutip statistik dari akun Instagram Liga 1 Match, Persebaya benar-benar kalah segala-galanya. Perbandingannya sangat timpang dari berbagai aspek. Misalnya dari sisi penguasaan bola, Persis Solo unggul sangat dominan dengan perbandingan 71 persen banding 29 persen.
Lalu dari aspek jumlah tendangan ke jantung pertahanan lawan, Persebaya juga kalah jauh. Mereka bahkan hanya bisa melakukan tembakan kurang dari sepuluh, tepatnya tujuh tendangan.
Sedangkan Persis Solo begitu agresif dengan melepaskan total 22 tembakan. Dari jumlah itu, sembilan diantaranya merupakan tendangan ke arah gawang. Sementara itu, tim tamu hanya membukukan tiga shoot on goal.
Dari situ terlihat pertahanan Green Force benar-benar dibombardir dan membuat permainan tim asuhan Paul Munster tidak bisa berkembang. Mereka juga kesulitan menciptakan kesempatan membuat gol, dimana selama 90 menit plus injury time, Francisco Rivera CS hanya membuahkan empat kreasi peluang.
Sedangkan Persis Solo menghasilkan 13 kreasi peluang. Lagi-lagi perbandingan kedua tim dalam aspek ini benar-benar timpang!
Meski kalah mulai dari hasil akhir hingga statistik pertandingan, pelatih Persebaya, Paul Munster tetap mengapresiasi para pemainnya.
“Ya, kita bermain 10 pemain, kita cetak gol 1-1, kita bermain cukup baik, itu yang terjadi di atas lapangan,” kata Munster dalam sesi konferensi pers, Jumat (7/2), seperti dimuat dalam JawaPos.com.
Sementara itu, menanggapi kekalahan memalukan ini, alih-alih memecat, pihak manajemen memilih untuk mempertahankan Paul Munster setidaknya hingga dua laga kedepan.
”Dengan hasil di Solo ini, dan memperhatikan permainan Persebaya sejak memasuki putaran kedua, manajemen Persebaya akan menentukan posisi Coach Paul Munster dalam dua pertandingan ke depan, melawan PSBS Biak dan Dewa United,” kata Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi seperti dikutip dari laman resmi Persebaya.
Dua pertandingan selanjutnya yang menjadi laga hidup mati bagi Paul Munster adalah menjamu PSBS Biak pada 15 Februari mendatang, dan bertandang ke Dewa United enam hari berselang. Jika masih meraih hasil buruk, pelatih asal Irlandia Utara tersebut hampir dipastikan angkat kaki dari Gelora Bung Tomo.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
