Dejan Antonic saat melatih Barito Putera. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com – Mantan pesepak bola Yugoslavia, Dejan Antonic, menjadi bagian dari sejarah sepak Persebaya Surabaya dan Indonesia, baik ketika masih aktif bermain maupun ketika menjalani karier sebagai pelatih.
Di level junior, Dejan punya pencapaian yang spesial bersama Timnas Yugoslavia. Dejan adalah bagian Timnas Yugoslavia U-20 yang jadi juara Piala Dunia U-20 di Chile.
Saat itu, Dejan bermain bersama Pedrag Mijatovic, Zvonimir Boban, Davor Suker, Robert Prosinecki, dan Robert Jarni bahkan menjadi bagian penting Krosia saat meraih posisi 3 di Piala Dunia 1998.
“Pre 37 god prva Zlatna medalja za Jugoslaviju. Bili i ostali smekeri Cileanci. (First gold medal for Yugoslavia World Cup Chile 87),” tulis Dejan di akun Instagram-nya pada 27 Oktober 2024.
Nah, Dejan pertama kali mencicipi atmosfer kompetisi Indonesia pada musim 1995/1996. Ketika itu, usianya 26 tahun, Dejan bergabung dengan klub Indonesia pertamanya, yaitu Persebaya Surabaya.
Pada musim perdananya, Dejan gagal membawa Green Force, julukan Persebaya, masuk ke babak 12 besar Divisi Utama Liga Indonesia. Persebaya menempati posisi 7 di klasemen Wilayah Timur.
Dalam 30 laga di Wilayah Timur, Dejan dan Persebaya menang 12 kali, imbang 11 kali, dan kalah 7 kali. Persebaya pun mengumpulkan poin 47.
Semusim bersama Persebaya, Dejan lalu pindah ke Persita Tangerang untuk semusim (1996/1997). Di Persita, Dejan membawa Pendekar Cisadane, julukan Persita, finis posisi 5 klasemen akhir Wilayah Barat.
Usai dari Persita, Dejan gabung Persema Malang musim 1997/1998. Namun, karena situasi kisruh di Indonesia, maka liga dihentikan di tengah jalan. Tepatnya 25 Mei 1998.
Ketika kariernya sebagai pemain habis, maka Dejan lalu banting setir jadi pelatih. Mendapat tawaran kerja di Indonesia bersama Arema Malang pada musim 2012/2013, Dejan pun menerimanya.
Di musim 2013, di mana kompetisi terbelah, Dejan lalu melatih Pro Duta di kompetisi Indonesia Premier League (IPL). Sebuah kompetisi yang diinisiasi oleh mendiang pebisnis Arifin Panigoro.
Usai dari Pro Duta, Dejan lalu melatih Pelita Bandung Raya (2013-2015), Persib Bandung (2016), Borneo (2018-2019), Madura United (2019-2020), PSS Sleman (2020-2021), dan kemudian Barito Putra (2022).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
