Azrul Ananda optimistis Persebaya Surabaya bisa raih hasil maksimal di Liga 1 Indonesia musim ini. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Persebaya Surabaya merupakan salah satu klub besar di Indonesia. Selain berprestasi di persepakbolaan Tanah Air, klub ini juga memiliki basis suporter yang besar, tidak hanya di Surabaya saja tetapi juga dari kota lain di Jawa Timur.
Sebagai sebuah klub besar, maka Persebaya pun harus dikelola secara profesional agar bisa terus eksis dan abadi dalam kancah persepakbolaan Indonesia.
Maka dari itu, Persebaya akhirnya diambil alih oleh Azrul Ananda agar bisa menjadi klub yang benar-benar profesional dan tidak dibiayai oleh APBD lagi.
Menurut Azrul, yang kini menjabat sebagai CEO Persebaya, ketika klub di Liga Indonesia sudah diwajibkan menjadi profesional, maka harus ada perubahan cara pengelolaan.
"Sebelumnya Persebaya sama seperti klub perserikatan lain yaitu dimiliki oleh pemerintah kota. Namun, sejak 2009 klub Liga Indonesia harus berbentuk PT dan dikelola secara profesional, sehingga harus berdiri sebagai entitas bisnis, dan otomatis mengubah cara pengelolaan klub yang dimiliki pemerintah kota menjadi klub yang dikelola secara profesional," kata Azrul dalam podcast pada akun YouTube IndibizJBN.
Azrul menambahkan, yang dimaksud dengan bertransformasi menjadi klub yang profesional adalah harus bisa berdiri pada dua kaki.
"Jika Persebaya menjadi klub profesional, maka harus berdiri pada dua kaki sendiri, yaitu kaki yang satu mengejar prestasi di lapangan, dan kaki satunya adalah kaki komersial yang target prestasinya berupa keuntungan secara finansial. Jadi dua ini harus eksis, syukur-syukur bisa balance, jadi di lapangan juara, di sisi bisnis juga menguntungkan," terangnya.
Namun, Azrul menambahkan bahwa untuk bisa menjadi klub profesional sekaligus profitable, setidaknya memenuhi tiga syarat lain, yaitu fan equity, social equity, dan away equity.
"Fan equity berarti harus punya fans yang setia, tidak hanya dalam hal menonton pertandingan, tetapi juga selalu setia menonton pertandingan di stadion dan membeli merchandise asli klub," ujar putra dari Dahlan Iskan ini.
Lalu, yang kedua adalah social equity yang berarti Persebaya harus bisa memberi pengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakat Surabaya.
"Misalnya saat menang, euforia bisa dirasakan masyarakat Surabaya secara positif. Dan, jika kalah, maka Persebaya juga harus siap menerima hujatan dan bentuk kekecewaan lain dari suporter setianya," lanjutnya.
Yang ketiga adalah away equity, yaitu sebuah klub saat bermain tandang harus bisa memberi profit bagi klub tuan rumah. Sayangnya, saat ini syarat yang ketiga tersebut belum bisa terealisasi karena adanya larangan kehadiran penonton tim tamu.
"Dalam hal away equity ini, kehadiran penonton tim tamu diperlukan agar penonton tim tamu ini bisa memberi pemasukan bagi klub tuan rumah lewat pembelian tiket. Sayangnya, di Liga 1 belum bisa karena adanya aturan larangan penonton tim tamu untuk datang. Padahal, jika ada pemasukan dari penonton tim tamu, maka keuangan klub tuan rumah juga akan terbantu," imbuhnya lagi.
Dalam mengelola Persebaya, Azrul mengakui bahwa ia mengadopsi beberapa cara pengelolaan klub atau tim olah raga luar negeri.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
