Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Januari 2025 | 17.38 WIB

Mengingat Momen Aji Santoso Dipecat Persebaya Surabaya: Kala Target 7 Poin dari 3 Pertandingan Gagal Terpenuhi di Liga 1 Indonesia

Coach Aji Santoso menilai ada tiga pelatih lokal yang layak menjadi asisten pelatih Patrick Kluivert, salah satunya Kurniawan Dwi Yulianto. (Riau Pos)

JawaPos.com — Momen pemecatan Aji Santoso sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya pada 4 Agustus 2023 menjadi sorotan besar. Kekalahan 1-2 di kandang dari Persikabo 1973 menjadi penutup catatan buruk yang memaksa manajemen mengambil langkah tegas.

Persebaya Surabaya saat itu didera ekspektasi tinggi dengan target tujuh poin dari tiga pertandingan. Namun, hasil buruk di laga kandang membuat target tersebut mustahil tercapai, sehingga keputusan besar harus diambil.

Manajemen akhirnya memutuskan untuk mengistirahatkan Aji Santoso dan memberi kesempatan pada Uston Nawawi sebagai pelatih sementara. Dua pertandingan ke depan melawan Bhayangkara FC dan Persita Tangerang menjadi periode evaluasi penting bagi tim.

Keputusan ini menjadi bukti tekanan di klub sebesar Persebaya Surabaya selalu berada di level tinggi. Dukungan masif dari Bonek dan Bonita di setiap laga menjadi kekuatan sekaligus tantangan besar bagi siapa pun yang memimpin tim.

Statistik Aji Santoso selama melatih Persebaya Surabaya di era Liga 1 menunjukkan performa yang naik turun. Musim 2023/2024 menjadi musim terburuknya, hanya mengumpulkan lima poin dari enam pertandingan.

Rata-rata poin per pertandingan Aji musim itu hanya 0,83, jauh dibandingkan pencapaiannya di musim 2021/2022 yang mencapai 1,94 poin. Pencapaian terbaik Aji terjadi di musim 2019, saat membawa Persebaya Surabaya finis di peringkat dua dengan rata-rata poin 2,56.

Meski begitu, keputusan untuk mengakhiri kerjasama tetap menjadi pukulan berat bagi Aji dan seluruh elemen tim. Terlebih, Aji merupakan sosok yang dekat dengan Bonek karena statusnya sebagai legenda hidup Persebaya Surabaya.

Pemecatan ini tak hanya memantik diskusi tentang performa tim, tapi juga tentang standar yang diharapkan dari seorang pelatih di klub sebesar Persebaya Surabaya. Manajemen menegaskan keputusan tersebut diambil demi kebaikan tim secara keseluruhan.

Aji Santoso, legenda hidup Persebaya Surabaya dengan segala kontribusinya, tetap dihormati oleh manajemen dan para pendukung. Namun, dunia sepak bola profesional tak pernah lepas dari realitas. Hasil adalah segalanya.

Kini, di musim Liga 1 Indonesia 2024/2025, nama Aji Santoso kembali mencuat sebagai kandidat pelatih Persebaya Surabaya. Rentetan hasil buruk di bawah asuhan Paul Munster memicu desakan Bonek untuk mencari pengganti.

Empat kekalahan beruntun membuat posisi Paul Munster di ujung tanduk. Kebobolan 10 gol dan hanya mencetak satu gol dalam empat laga terakhir menjadi catatan kelam Green Force.

Kekalahan terbaru dengan skor 0-3 dari Barito Putera semakin memanaskan suasana. Banyak pihak menilai strategi Paul Munster tidak mampu memaksimalkan potensi skuad yang dihuni pemain-pemain berbakat.

Bruno Moreira, yang dikenal sebagai 'raja gocek,' bahkan terlihat kehilangan sentuhan magisnya di bawah arahan Munster. Para pemain lain seperti Flavio Silva juga belum menunjukkan performa optimal musim ini.

Sorotan tajam dari Bonek membuat posisi Munster semakin tertekan. Kritik terhadap pola permainan dan kurangnya kreativitas strategi menjadi alasan utama desakan agar ia mundur.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore