Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Januari 2025 | 13.22 WIB

Definisi Mantan itu Menyakitkan, Satria Tama Membuat Persebaya Surabaya Terancam Digusur Persija!

Satria Tama jadi mimpi buruk Persebaya Surabaya (doc. Persebaya)

JawaPos.com - Kekalahan menyakitkan Persebaya Surabaya dari Barito Putera pada Sabtu (25/1), menyisakan banyak kisah. Salah satu yang paling menonjol adalah penampilan gemilang mantan penjaga gawang Green Force, Satria Tama, yang kini menjadi andalan utama Laskar Antasari.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Satria Tama tampil heroik dengan melakukan total 9 penyelamatan. Aksi impresifnya seakan mengingatkan para penggemar sepak bola akan penampilannya yang ikonik saat menghadapi serangan bertubi-tubi timnas Vietnam beberapa tahun silam.

Kiprah Satria Tama di Barito Putera musim ini benar-benar berbeda dibanding musim lalu, di mana ia sempat lebih sering menghiasi bangku cadangan. Kini, kiper asal Sidoarjo tersebut dipercaya penuh sebagai pilihan utama, dan ia membuktikan dirinya layak dengan aksi-aksi penyelamatannya. Perannya di bawah mistar menjadi salah satu faktor utama kemenangan besar Barito atas Persebaya dengan skor 3-0.

Bagi pendukung Persebaya, penampilan luar biasa Satria Tama justru menambah rasa sakit. Kekalahan dari Barito Putera tidak hanya menghentikan peluang mereka untuk memperbaiki posisi di klasemen, tetapi juga memperbesar ancaman tergeser oleh Persija Jakarta.

Saat ini, Persebaya yang memiliki 37 poin dari 20 pertandingan, bisa digusur oleh Persija Jakarta yang memiliki poin sama dan baru akan bermain melawan Persis Solo pada Minggu (26/1) di Stadion Manahan.

Penampilan Satria Tama memang layak mendapat sorotan. Dengan reaksi cepatnya, ia berhasil menepis peluang emas dari Malik Risaldi hingga Rizky Dwi yang mencoba menembus pertahanan Barito. "Safe hands," begitu pujian yang banyak beredar di media sosial untuk sang kiper.

Di sisi lain, Persebaya terus menjadi sorotan karena performa buruk mereka. Dalam empat laga terakhir, tim besutan Paul Munster ini gagal meraih kemenangan, dengan catatan hanya mencetak satu gol dan kebobolan 10 kali. Kondisi ini membuat desakan agar Munster segera mundur semakin keras terdengar.

Tagar #MunsterOut juga sudah mulai menggema di media sosial. Suporter menilai taktik Munster yang dianggap pragmatis dan monoton menjadi penyebab utama rentetan hasil buruk ini. Green Nord, salah satu elemen suporter Persebaya, turut menyuarakan kekecewaan mereka dengan lantang di akun resmi media sosialnya.

Satria Tama sendiri sempat memperkuat Persebaya Surabaya pada tahun 2020, sebelum digusur oleh Ernando Ari. Kini ia membuktikan kualitasnya di klub lain. Penampilannya yang solid menjadi salah satu kunci keberhasilan Barito Putera perlahan keluar dari tekanan zona degradasi.

Sementara itu, Persebaya harus segera bangkit jika ingin tetap bersaing di papan atas klasemen. Laga berikutnya menghadapi Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat (31/1) akan menjadi ujian besar bagi tim dan pelatih. Jika tak ada perbaikan signifikan, posisi Persebaya di papan atas bisa semakin terancam, dan bukan tidak mungkin mereka akan kehilangan dukungan penuh dari para suporternya.

Satria Tama telah membuktikan, terkadang, definisi mantan benar-benar bisa menyakitkan.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore