Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Januari 2025 | 16.49 WIB

Perbandingan GBT dan GBK: Pakar Stadion Asal Singapura Sebut Kandang Persebaya Surabaya Punya Kelebihan Tersendiri

Ilustrasi suporter Persebaya, Bonek saat memberi dukungan di Stadion GBT. Antara/Rizal Hanafi

JawaPos.com — Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sering kali dibandingkan dengan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) sebagai dua ikon sepak bola Indonesia. Namun, siapa sangka GBT pernah mendapat pujian dari seorang pakar stadion asal Singapura yang kagum dengan atmosfer dan fasilitasnya.

Pada 31 Juli 2017, Persebaya Surabaya kedatangan tamu spesial, Andrew Colling. Pria yang kini berusia 59 tahun itu adalah pakar stadion sekaligus wakil presiden HKS Inc wilayah Asia Pasifik, sebuah perusahaan konsultan ternama.

Colling dikenal karena pengalamannya dalam menangani pembangunan stadion kelas dunia. Ia telah terlibat dalam proyek besar seperti AT&T Stadium di Dallas, Amerika Serikat, dan Tian Jiang Stadium di Tiongkok.

Saat itu, Colling berkeliling GBT sebelum laga Persebaya Surabaya melawan Martapura FC dimulai. Ia menyaksikan suasana stadion yang mulai dipenuhi oleh Bonek, suporter setia Persebaya Surabaya.

Begitu pertandingan dimulai, Colling mulai serius mengamati laga dari tribun VVIP. Ia didampingi Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, yang menjelaskan banyak hal terkait GBT.

Colling mengaku terpesona dengan atmosfer di dalam stadion yang penuh semangat.

"Saya sangat takjub dengan atmosfer stadion ini. Kehidupan sepak bola sangat nyata. Suporter dan pemain terus bekerja menjalankan perannya selama 90 menit," ujarnya kepada Jawa Pos usai pertandingan.

Menurutnya, Bonek adalah gambaran nyata dari suporter sepak bola yang mengesankan. Ia bahkan ikut bereaksi saat ada momen-momen menegangkan di lapangan.

Selain menikmati atmosfer pertandingan, Colling memberikan penilaian terhadap konstruksi GBT. Ia menyebut bangunan stadion ini sudah memenuhi standar internasional dengan fasilitas umum yang memadai.

Fasilitas seperti parkir dan toilet mendapat apresiasi darinya. Namun, ia menyayangkan lokasi stadion yang berada dekat dengan tempat pembuangan sampah.

Colling juga mencatat akses menuju GBT sebagai salah satu poin yang perlu diperbaiki. Menurutnya, klub sebesar Persebaya Surabaya memerlukan stadion yang mudah dijangkau oleh semua kalangan.

Meski begitu, pujian tetap diberikan untuk keseluruhan desain stadion sambil memberikan beberapa masukan untuk pengelolaan lebih baik.

Kini, perbandingan antara GBT dan GBK kembali mencuat seiring perjuangan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Publik menilai kualitas rumput GBT lebih baik dibanding GBK, terutama saat digunakan untuk pertandingan besar.

Hal ini mencuat setelah momen selebrasi knee slide Thom Haye di GBK usai cetak gol debutnya di Timnas Indonesia menjadi sorotan. Lapangan GBK terlihat tidak mendukung aksinya karena kondisi tanah yang kurang rata.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore