Gelandang Persebaya, Mohammed Rashid selalu menampilkan positive vibes, hingga layak disebut pemain yang bisa menjadi teladan. (Istimewa)
JawaPos.com - Mohammed Rashid merupakan sosok pemain yang patut menjadi teladan. Selain sosok yang religius, gelandang Persebaya ini punya etos kerja dan determinasi yang tinggi, serta attitude yang jempolan.
Tak heran jika ia punya banyak fans di Indonesia, entah dari Bobotoh, fans Bali United, dan juga Bonek karena ketiga tim mereka pernah diperkuat Rashid.
Namun, meski dikenal sosok yang baik, tentu ada kalanya ia mendapat cercaan dan komentar negatif dari netizen maupun fans jika ia dianggap tampil buruk atau tim yang dibelanya kalah.
Menanggapi komentar negatif semacam itu, Mohammed Rashid memilih untuk mengabaikannya karena tugasnya sebagai pemain sepak bola adalah bermain sebaik-baiknya di lapangan.
"Kita pemain sepak bola juga hanyalah manusia biasa, terkadang kita memiliki permasalahan pribadi yang tak menutup kemungkinan mempengaruhi performa di lapangan, sehingga permainan kita dianggap buruk dan dicemooh netizen. Maka dari itu saya memilih tidak menggubrisnya, mengabaikan komentar-komentar di media sosial saya," tegasnya seperti dikutip dari podcast Marc Talk pada akun YouTube Marc Klok.
Menurutnya, ia tak perlu menanggapi komentar-komentar di media sosial karena itu memang bukan tugasnya sebagai pemain sepak bola.
"Saya tidak menggubrisnya karena itu memang bukan pekerjaan saya sebagai pemain sepak bola. Tugas saya adalah merubah performa yang tadinya negatif berubah menjadi positif," imbuhnya.
Ia pun menyadari bahwa dengan membaca komentar negatif, hal itu malah membuatnya stress.
"Lagipula percuma juga menanggapi mereka, karena mereka mudah melupakan performa terbaik yang pernah kita lakukan tetapi mudah menyerang saat performa kita buruk," tandasnya.
Dengan mengabaikan komentar-komentar buruk itu, ia jadi tidak terpengaruh untuk berbuat sama kepada pemain yang mungkin menunjukkan performa jelek di lapangan. Rashid pun bisa belajar untuk selalu respek kepada pemain.
"Dalam sepak bola, saya belajar untuk lebih menghormati pemain, entah itu pemain muda, maupun pemain yang bahkan jauh lebih tua dari saya. Diantara mereka pasti ada yang lebih hebat dari saya, lebih pekerja keras," ujarnya.
Positive vibes dan etos kerja yang tinggi kini akan ia terapkan juga saat menjalani putaran kedua Liga 1 musim ini bersama Persebaya. Ia akan berusaha keras untuk memenuhi ekspektasi Bonek yaitu menjadi yang terbaik di akhir musim ini.
"Pada sebuah proses, nanti akan ada waktunya chemistry antar pemain di Persebaya akan terbangun dengan baik. Dan juga akan ada harapan dari para Bonek pada kami agar kami bisa mencapai target menjadi tim terbaik di akhir musim. Saya rasa kedua hal itu normal. Maka dari itu (dengan chemistry yang terbangun) kami bermain dengan potensi penuh (untuk mewujudkannya)," ujar Rashid dikutip dari akun YouTube Persebaya Official.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
