
Wasit asing mulai memimpin jalannya Liga 1 di Indonesia musim ini. (Kaltim Post)
JawaPos.com - Kompetisi Liga 1 2024/2025 memasuki babak baru yang menarik dengan hadirnya para pengadil lapangan dari mancanegara. PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) mengambil langkah progresif dengan mendatangkan wasit-wasit internasional untuk memimpin sejumlah pertandingan krusial di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Implementasi kebijakan ini telah membuahkan hasil positif. Hal ini terlihat dalam laga pekan ke-19 antara Persebaya Surabaya kontra Malut United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Ko Hyung-jin, wasit asal Korea Selatan, tampil memukau. Ia memimpin pertandingan secara profesional dan tegas. Kepemimpinannya di lapangan mendapat pujian. Ia berhasil mengendalikan jalannya pertandingan tanpa memicu kontroversi atau protes berlebihan dari kedua tim.
Hingga pekan ke-19, tiga wasit internasional telah memberikan warna baru dalam Liga 1. Selain Ko Hyung-jin, ada Adham Mohammad Tumah dari Yordania dan Muhammad Nazmi Nasaruddin asal Malaysia yang turut berkontribusi dalam meningkatkan standar pengadilan di kompetisi domestik Indonesia.
Para pelatih Liga 1 menyambut positif terobosan ini. Imran Nahumarury, juru taktik Malut United, menekankan pentingnya netralitas dan konsistensi dalam penerapan peraturan yang dibawa oleh wasit asing. Senada dengan rekan seprofesinya, Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya, menyuarakan dukungannya untuk melanjutkan program ini ke depannya.
Kehadiran wasit-wasit internasional ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pertandingan. Ini juga menjadi benchmark bagi wasit lokal. Para pengadil lapangan Indonesia bisa belajar secara langsung mengenai standar kepemimpinan pertandingan level internasional. Ini mencakup pengambilan keputusan hingga manajemen pertandingan.
Inisiatif PSSI dan PT LIB ini merupakan langkah strategis dalam upaya membangun liga yang lebih profesional dan kredibel. Dengan minimnya kontroversi wasit berkat kehadiran pengadil asing, Liga 1 diharapkan bisa semakin fokus pada aspek sportivitas dan kualitas permainan. Ini pada akhirnya akan mendorong kemajuan sepak bola nasional secara keseluruhan.
