Marselino Ferdinan diberikan debut oleh Aji Santoso di Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Setiap pemain muda yang melangkah ke panggung profesional membutuhkan keberanian, bimbingan, dan kesempatan. Bagi Marselino Ferdinan, langkah awalnya menuju dunia sepak bola profesional bersama Persebaya Surabaya dirintis dengan penuh cerita emosional. Debutnya melawan Arema FC di Bali pada 2022 menjadi momen tak terlupakan, baik bagi dirinya, tim, maupun sang pelatih, Aji Santoso.
Dalam konten Bincang Bareng Bung Binder yang tayang di kanal YouTube Bola Bung Binder pada November 2024, Coach Aji Santoso yang dulu menjadi arsitek Persebaya Surabaya, berbagi kisah tentang bagaimana ia mengambil keputusan besar untuk memberikan kesempatan kepada Marselino Ferdinan.
Di balik debut spektakuler Marselino, ternyata ada 'mantra ajaib' yang dirangkai Aji Santoso, berupa pesan sederhana namun penuh makna, sesaat sebelum sang pemain muda masuk ke lapangan.
Aji Santoso mengawali ceritanya dengan mengungkap filosofi pemilihan pemain yang ia terapkan dalam tim berjuluk Green Force kala itu.
"Saya memasang pemain bukan berdasarkan dia punya pengalaman atau tidak, dia usianya udah cukup atau tidak, tetapi yang saya lihat adalah kualitas ketika kamu (pemain) dalam persiapan," ujar Aji.
Bagi juru taktik asal Kepanjen, Kabupaten Malang, tersebut kualitas yang ditunjukkan pemain saat persiapan lebih penting dibanding aspek lainnya.
Aji mengingat betul momen persiapan Marselino di Bali saat pertandingan disentralisasi (bubble) pada 2022, lantaran penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.
"Di persiapan itulah, Marselino menunjukkan peningkatan yang bagus dan signifikan. Saya masih inget di Bali waktu itu tahun 2022, karena pertandingannya disentralisasi (bubble) di sana,” katanya pada Bung Binder.
Pada awalnya, Marselino tidak langsung mendapatkan tempat di tim utama. Aji memutuskan untuk menjaga mental pemain muda ini agar tidak terbebani.
"Waktu itu Marselino belum sebagai pemain starter, saya simpen dulu, karena itu lagi, kalau kita salah treatment, bisa rusak mentalnya anak ini," lanjut Aji.
Namun, momen debut Marselino akhirnya tiba saat Persebaya melawan Arema FC. Aji dengan bijak memberikan arahan dan dorongan motivasi yang sederhana namun penuh makna, dan ternyata menjadi mantra yang sukses diaplikasikan secara langsung oleh Marceng di lapangan.
"Saya masih inget di Bali, waktu lawan Arema, kira-kira dia masuk menit ke-65 atau ke-70an, sebelum masuk saya bicara sama dia, ‘Marsel, ini kesempatan kamu. Pemain sepak bola itu cuman satu, menunggu kesempatan, ketika kesempatan itu datang, kamu harus jawab kepercayaan pelatih dengan penampilan kamu.’"
Marselino pun menjawab tantangan tersebut dengan cara yang luar biasa. Gol spektakuler dari jarak sekitar 35 meter menjadi penanda debut gemilangnya.
"Akhirnya mainlah dia, begitu dia main, dia cetak gol yang sangat spektakuler, mungkin dari jarak 35 meter. Bola ditendang dari jarak jauh, kena mistar sampe bola itu keluar lagi. Abis itu, dia lari dari tengah lapangan sambil menangis, karena mungkin terharu. Saya masih inget itu. Karena dia main sebagai pengganti, pertama kali debut di level profesional," terang Aji dengan bangga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
