Kadek Raditya. (Dok.Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan kandang pertama mereka musim ini setelah takluk 0-2 dari Malut United di Gelora Bung Tomo. Dua gol yang tercipta di babak kedua, masing-masing dari Jose Brandao dan gol bunuh diri Ardi Idrus, membuat Green Force kehilangan tiga poin.
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya Surabaya sebenarnya tampil cukup dominan, terutama di babak pertama. Mereka mencatatkan 17 tembakan dengan 5 di antaranya tepat sasaran, namun gagal mengonversi peluang menjadi gol.
Bruno Moreira bahkan memiliki peluang emas dari titik penalti, tetapi eksekusinya gagal mengubah papan skor. Dua kali bola juga membentur tiang, menambah frustrasi para pemain dan pendukung yang memadati stadion.
Pelatih Paul Munster dalam konferensi pers seusai laga mengakui timnya membuat dua kesalahan fatal yang berujung pada kekalahan. Namun, ia menegaskan ini adalah kekalahan tim, bukan kesalahan individu pemain tertentu.
“Babak pertama kami bermain bagus, dan di babak kedua kami punya banyak peluang. Tapi kami membuat dua kesalahan yang merugikan diri kami sendiri,” ujar Munster.
Pelatih asal Irlandia Utara itu juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Persebaya Surabaya. Ia berjanji akan membawa timnya bangkit dan fokus menghadapi pertandingan berikutnya dengan lebih baik.
“Kami semua kecewa, tetapi kami tetap bersatu. Sekarang saatnya kembali fokus untuk meraih kemenangan di laga selanjutnya,” tegasnya.
Salah satu sorotan dalam pertandingan tersebut adalah keputusan Paul Munster yang memainkan Kadek Raditya sebagai gelandang bertahan dadakan. Kadek, yang biasanya berposisi sebagai bek tengah, ditugaskan menggantikan Gilson Costa yang absen dalam laga ini.
Kadek tampil solid di babak pertama dengan beberapa intersep penting dan duel udara yang dimenangkannya. Namun, performa Persebaya Surabaya mulai goyah sejak Kadek ditarik keluar pada menit ke-67, yang menjadi titik balik bagi Malut United.
“Saya minta maaf kepada seluruh Bonek dan Bonita atas hasil ini. Kami sebagai pemain tetap bersama-sama dan akan melangkah ke depan untuk bangkit,” ujar Kadek dalam konferensi pers.
Statistik individu Kadek dalam laga ini menunjukkan usahanya untuk beradaptasi di posisi baru. Dengan 27 sentuhan bola dan akurasi umpan 68%, ia mencoba menjaga keseimbangan lini tengah Persebaya Surabaya.
Kadek juga mencatatkan tiga upaya umpan panjang dengan satu yang berhasil, serta satu tembakan yang meleset dari target. Di sisi pertahanan, ia memenangkan dua dari empat duel udara dan dua dari tiga duel darat.
Namun, posisi yang bukan natural baginya membuat Kadek terlihat kesulitan dalam beberapa momen krusial. Persebaya Surabaya kehilangan stabilitas setelah ia ditarik keluar, yang dimanfaatkan dengan baik oleh Malut United untuk mencetak dua gol.
Keputusan Paul Munster memainkan Kadek sebagai gelandang bertahan tentu menjadi bahan evaluasi. Dalam laga ini, absennya Gilson Costa memberikan dampak signifikan terhadap permainan Persebaya Surabaya, terutama di sektor tengah.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
