
Riko Simanjuntak resmi diperkenalkan PSS Sleman sebagai pemain baru pada putaran kedua Liga 1 2024/2025. (DOK. PSS Sleman)
JawaPos.com - Manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas buka-bukaan dalam menjelaskan kronologi kepindahan Riko Simanjuntak ke PSS Sleman. Dia menyebut bahwa Macan Kemayoran cukup kehilangan sosok sang winger meski hanya dilepas sebatas peminjaman.
Riko Simanjuntak ke PSS Sleman termasuk deretan perpindahan pemain yang mengejutkan dalam bursa transfer paruh musim Liga 1 Indonesia 2024/2025. Sebab, dia sudah hampir tujuh tahun berada di Persija Jakarta.
Bahkan Riko Simanjuntak sempat jadi bagian penting Macan Kemayoran saat menjuarai Liga 1 Indonesia 2018. Tak pelak keputusan Persija meminjamkan Riko terbilang mengejutkan.
Namun, Bambang Pamungkas selaku manajer Persija menyebut bahwa keputusan itu diambil demi kebaikan kedua belah pihak, baik Persija maupun Riko Simanjuntak secara pribadi.
“Kalau kita lihat Riko adalah salah satu pemain penting Persija selama kurang-lebih tujuh musim terakhir sejak 2018. Namun harus kita akui bahwa di putaran pertama ini, Riko jarang mendapat kesempatan bermain,” kata Bambang dalam Ngopi Bareng Persija di Jakarta, Jumat (17/1).
Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas, menuturkan bahwa Riko sebagai pemain senior, butuh menit bermain lebih. Dia harus mampu menjaga levelnya tetap di atas sebagai pemain kelas wahid.
“Sebagai seorang pemain senior, Riko tentu perlu menit bermain untuk menjaga dia tetap berada di level yang seharusnya. Oleh karena itu kemudian kita mencoba memberi solusi kepada Riko untuk mendapatkan itu di tim lain," katanya
Manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas menjelaskan alasan dan penyebab Riko Simanjuntak dipinjamkan ke PSS Sleman. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
"Tujuannya tentu adalah, ketika ia nanti kembali di akhir musim, karena kita masih punya kontrak sampai akhir 2026, kita bisa mendapatkan Riko dengan kualitas dan teknik bermain yang sama,” lanjut Bepe yang juga legenda klub.
Di satu sisi, Bepe mengungkapkan bahwa tak mudah melepas Riko Simanjuntak. Apalagi, sang winger berusia 32 tahun itu termasuk pemain yang mampu membuat suasana ruang ganti jadi lebih hangat dan mencairkan suasana.
"Kita semua kehilangan Riko sering mencairkan ruang ganti, itu mungkin yang hilang di putaran kedua. Tapi kita dengan Riko tetap masih diskusi, intens karena tujuannya supaya Riko tetap di level tinggi," kata Bepe.
Selain itu, Bepe juga menyebut bahwa bukan hanya PSS yang menginginkan Riko Simanjuntak. Tapi pada akhirnya pilihan jatuh kepada PSS dengan berbagai pertimbangan terbaik untuk kedua pihak. "Banyak yang mau pinjam, tapi gak cuma bisa dari klub, harus pemain juga, ketemulah PSS," pungkasnya.
