
Pelatih Kepala Timnas Indonesia Patrick Kluivert berfoto memegang Jersey Timnas Sepak Bola Indonesia usai di perkenalkan di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu, (12/01/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Patrick Kluivert telah resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong yang dipecat oleh PSSI. Tugas eks bintang Timnas Belanda ini cukup berat karena ditarget membawa Tim Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.
Tantangan memang bukan hal baru bagi Patrick Kluivert. Ia dibesarkan oleh Ajax Amsterdam yang pada era 90-an masih menjadi klub menakutkan di Eropa. Tantangan selalu menjadi yang terbaik tentu menjadi makanan sehari-hari.
Ia pun membuktikan bisa memenuhi tantangan berat saat ia menjuarai Liga Champions Eropa. Namun, masih ada sejumlah fakta menarik mengenai sepak terjang Kluivert. Fakta-fakta ini mulai dari juara di usia muda hingga belum dibayar berbulan-bulan saat menjadi pelatih.
1. Juara Liga Champions di Usia 18 tahun
Patrick Kluivert menjadi salah satu talenta muda terbaik dunia saat bermain untuk Ajax Amsterdam. Hal itu ia buktikan baik di Liga Belanda maupun kancah Liga Champions.
Di bawah asuhan Lois Van Gaal, Ajax di era pertengahan 90-an merupakan klub dengan pemain-pemain muda bertalenta. Pemain-pemain tersebut antara lain Frank dan Ronal de Boer, Clarence Seedorf, Edwin Van der Saar, hingga Patrick Kluivert.
Puncaknya adalah laga final Liga Champions 1994/1995 saat Ajax harus menghadapi AC Milan di Austria. Milan saat itu berstatus juara bertahan dan merupakan raja Eropa bertabur bintang hingga dijuluki The Dream Team.
Namun, Ajax sukses mengalahkan mereka lewat satu-satunya gol yang diciptakan oleh pemuda 18 tahun bernama Patrick Kluivert. Ajax keluar sebagai juara Eropa dan Kluivert pun langsung dikenal dunia.
2. Bermain di Empat Klub Jawara Liga Champions
Setelah mencuat bersama Ajax dengan memegang status juara Liga Champions, ia pun ingin mencari tantangan baru. Kluivert laris manis di sejumlah klub besar Eropa.
Mengutip dari Transfermarkt, secara total, setelah pindah dari Ajax, ia bermain untuk enam klub berbeda di seantero Eropa. Dari tujuh klub yang ia bela, empat diantaranya merupakan klub yang pernah menjuarai Liga Champions.
Klub tersebut adalah Ajax Amsterdam, AC Milan, Barcelona, dan PSV Eindhoven.
Ada cerita menarik saat Kluivert pindah dari Ajax ke AC Milan. Saat itu, usianya 21 tahun dan bermain di AC Milan tentu dihadapkan dengan ekspektasi tinggi.
Sayangnya, ia gagal bersinar. Memainkan 33 laga, Kluivert hanya mencetak sembilan gol tanpa satu pun assist. Usut punya usut, ternyata berkaitan dengan gaya bermain.
"Saya bangga bermain di AC Milan bersama dengan George Weah yang saat itu merupakan superstar. Namun, saya tidak bisa nyetel dengan gaya permainan di sana, sehingga saya gagal menampilkan performa terbaik," ujar Kluivert seperti dikutip dari akun YouTube SportyTV.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
