Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Januari 2025 | 18.19 WIB

Pesan Tajam Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda! Pemecatan Shin Tae-yong dan Masa Depan Timnas Indonesia

Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda saat bertemu dengan Aryn Williams di Australia. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com — Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, memberikan pandangannya mengenai pemecatan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Dalam pernyataannya, Azrul menyoroti tantangan besar yang dihadapi Shin selama menangani skuad Garuda, terutama dalam aspek komunikasi.

Menurut Azrul, Shin Tae-yong telah memberikan kontribusi besar selama menjadi pelatih Timnas Indonesia. Namun, masalah komunikasi menjadi kendala utama yang menghambat potensi maksimal dari kolaborasi antara pelatih asal Korea Selatan itu dengan para pemain.

"Kami semua harus berterima kasih atas segala kerja beliau selama menangani Timnas Indonesia. Tapi menurut saya pribadi, masalah utama STY selama di sini adalah komunikasi," ujar Azrul Ananda dikutip dari Antara.

Azrul menjelaskan situasi semakin rumit seiring dengan kehadiran pemain diaspora dalam skuad Timnas Indonesia. Para pemain diaspora tersebut membawa tantangan baru karena kebutuhan akan pelatih yang mampu berkomunikasi langsung tanpa hambatan bahasa.

Shin Tae-yong diketahui tidak menguasai bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, yang menjadi penghalang dalam menyampaikan strategi dan instruksi.

"Beliau tidak bisa bahasa Indonesia, juga tidak bisa bahasa Inggris. Ini membutuhkan struktur kompleks melibatkan penerjemah, baik Korea-Indonesia maupun Korea-Inggris, bahkan mungkin Indonesia-Inggris," tambah Azrul.

Selama bertahun-tahun bekerja di Indonesia, Shin juga dinilai tidak menunjukkan usaha untuk mempelajari bahasa Indonesia. Hal ini menjadi perhatian Azrul yang membandingkannya dengan pekerja Indonesia di Korea Selatan yang diwajibkan memahami bahasa setempat.

"Di zaman sekarang ini, kemampuan multibahasa sudah tidak bisa terelakkan. Apalagi untuk jabatan, atau pekerjaan, yang bersifat internasional. Siapa pun tidak akan bisa kelas dunia kalau tidak bisa multibahasa," tegas Azrul.

Azrul juga memahami langkah Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang merancang strategi baru untuk sepak bola Indonesia. Menurutnya, investasi besar dalam mendatangkan pemain diaspora harus didukung dengan pelatih yang mampu berkomunikasi secara efektif.

"Saya bisa memahami pola berpikir Ketua Umum PSSI, Bang Erick, dan saya memiliki kemiripan pola pikir. Dengan investasi yang begitu besar untuk mengumpulkan pemain diaspora, tentu kita membutuhkan pelatih yang bisa berkomunikasi lebih direct," kata Azrul.

Meskipun demikian, Azrul tetap memberikan apresiasi atas kerja keras Shin Tae-yong selama menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia. Ia mengajak semua pihak untuk optimistis dan terus mendukung perkembangan sepak bola Indonesia.

"Kami semua tetap harus sadar, bahwa bagaimana pun saat ini adalah era terbaik dalam sejarah federasi sepak bola Indonesia. Harus terus melangkah maju, menatap ke depan," tuturnya.

Statistik rekor Shin Tae-yong selama menangani Timnas Indonesia pun menunjukkan catatan yang cukup baik. Dari 57 pertandingan, Shin mencatatkan 26 kemenangan, 14 hasil imbang, dan 17 kekalahan.

Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin berhasil mencetak 106 gol dan kebobolan 75 gol. Total poin yang diraih adalah 92, dengan rata-rata 1,61 poin per pertandingan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore