Muhammad Hidayat jadi salah satu pemain yang belum diturunkan Persebaya Surabaya musim ini. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya mencatatkan paruh pertama Liga 1 Indonesia 2024/2025 sebagai salah satu musim terbaik mereka di era Liga 1. Dengan raihan 37 poin dari 17 pertandingan, tim berjuluk Green Force itu kini menempati peringkat kedua klasemen sementara.
Catatan tersebut merupakan hasil dari 11 kemenangan, 4 hasil imbang, dan hanya 2 kekalahan. Ini menjadi awal yang menggembirakan bagi para Bonek yang berharap Persebaya Surabaya dapat meraih gelar juara musim ini.
Jika melihat perjalanan Persebaya Surabaya di era Liga 1 sejak 2017, musim ini menunjukkan progres yang positif. Dibandingkan musim-musim sebelumnya, perolehan poin mereka pada paruh musim menunjukkan peningkatan signifikan.
Pada musim 2017/2018, Persebaya Surabaya mengumpulkan 50 poin dan mengakhiri musim di peringkat kelima. Musim berikutnya, mereka mencapai posisi kedua dengan 54 poin, pencapaian terbaik mereka di era Liga 1.
Namun, setelah itu performa Persebaya Surabaya sempat mengalami pasang surut. Musim 2021/2022 mereka finis di peringkat kelima dengan 63 poin, sementara musim 2022/2023 menutup kompetisi di posisi keenam dengan 52 poin.
Musim lalu, Persebaya Surabaya hanya mampu finis di peringkat ke-12 dengan 42 poin. Kini di musim 2024/2025, Green Force kembali menunjukkan potensi besar dengan menempati posisi kedua di paruh pertama kompetisi.
Keberhasilan Persebaya Surabaya tak lepas dari peran pemain asing yang tampil konsisten. Mohammed Rashid, gelandang asal Palestina, menjadi salah satu tumpuan penting di lini tengah Persebaya Surabaya.
Rashid mencatatkan rating 7,33 di paruh pertama Liga 1, tertinggi ketiga di antara pemain asing Persebaya Surabaya. Pemain lain seperti Francisco Rivera (7,64) dan Bruno Moreira (7,48) juga menunjukkan performa impresif.
Namun, ada beberapa pemain yang nasibnya kurang beruntung di Persebaya Surabaya musim ini. Hingga pekan ke-17, beberapa nama bahkan mencatatkan menit bermain yang sangat minim.
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Muhammad Hidayat. Gelandang bertahan ini sama sekali belum bermain musim ini karena masih dalam tahap pemulihan cedera.
Hidayat adalah satu-satunya pemain yang masih bertahan sejak Persebaya Surabaya promosi ke Liga 1 usai menjuarai Liga 2 pada 2017 yang digadang-gadang sebagai legenda baru Persebaya Surabaya. Meski belum tampil musim ini, perannya sebagai sosok senior tetap diandalkan dalam tim.
Kemudian ada Aditya Arya, kiper muda yang juga belum mencatatkan menit bermain. Posisi Aditya sulit menembus persaingan dua penjaga gawang utama Persebaya Surabaya, Ernando Ari dan Andhika Ramadhani.
Ernando Ari menjadi pilihan utama dengan bermain selama 900 menit, sementara Andhika tampil dalam 630 menit. Aditya Arya harus bersabar menunggu giliran tampil di bawah mistar.
Randy May, bek muda Persebaya Surabaya, baru mencatatkan 15 menit bermain musim ini. Ia sering diturunkan di menit-menit akhir pertandingan atau saat tim ingin mempertahankan keunggulan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
