Shin Tae-yong harus segera fokus menyiapkan taktik untuk tahun depan di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Dok. PSSI)
JawaPos.com — Timnas Indonesia harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari Piala AFF 2024. Kekalahan tipis 0-1 dari Filipina di laga terakhir Grup B membuat skuad Garuda gagal melaju ke semifinal.
Hasil ini menempatkan Indonesia hanya di peringkat ketiga grup dengan raihan empat poin. Posisi tersebut tidak cukup untuk melanjutkan langkah mereka di turnamen yang menjadi harapan besar para pendukung.
Kegagalan ini memicu kekecewaan besar di kalangan masyarakat. Di media sosial, tagar #STYOut bahkan sempat menjadi trending, menandakan banyaknya tuntutan agar Shin Tae-yong mundur.
Tidak hanya itu, muncul pula dugaan adanya pergerakan buzzer yang menggiring opini negatif terhadap pelatih asal Korea Selatan tersebut. Mereka menganggap Shin Tae-yong tidak lagi layak memimpin Timnas Indonesia.
Namun, manajer Timnas Indonesia, Sumardji, dengan tegas membela Shin Tae-yong dari kritik tersebut. Menurutnya, menyalahkan pelatih adalah langkah yang salah dan tidak adil dalam situasi ini.
Dalam wawancaranya di kanal YouTube Nusantara TV, Sumardji mengungkapkan tidak ada target tinggi yang dibebankan kepada Timnas di Piala AFF 2024. Ia menjelaskan fokus utama tim adalah pada kaderisasi pemain muda untuk jangka menengah dan panjang.
“Kita harus memahami. Pertama, kalau mau menyalahkan STY, meminta pertanggungjawaban STY, ada kontra yang mengatakan STY out. Saya yang ada di tim jujur mengatakan tidak tepat, salah sasaran,” tegas Sumardji di kanal Youtube Nusantara TV.
Menurutnya, masyarakat perlu menyadari Piala AFF 2024 hanyalah bagian dari proses pembentukan tim yang lebih kuat di masa depan. Tujuan utama adalah mempersiapkan skuad muda yang siap bersaing di level internasional.
“Karena kita harus tahu dari awal memang tidak ada target. Target kita kaderisasi untuk program jangka menengah dan panjang. Itu yang harus diketahui masyarakat dan sebenarnya pun saya sudah berulang kali ditanya, saya konsisten dalam menjawab,” lanjutnya.
Sumardji juga menegaskan kritik terhadap Shin Tae-yong harus didasarkan pada capaian di kompetisi yang memang menjadi target utama. Ia menyebut kualifikasi Piala Dunia sebagai salah satu tolak ukur yang lebih relevan untuk mengevaluasi kinerja pelatih.
“Saya sampaikan apa adanya, sehingga terbelah menghendaki STY out salah alamat. Terkecuali STY ketika saat kualifikasi berikutnya Piala Dunia tidak berhasil, ok silahkan. Kalau sekarang ini, AFF dijadikan sasaran antara supaya STY Out itu salah sasaran, sangat salah,” ujarnya dengan nada tegas.
Ia menambahkan kegagalan di Piala AFF 2024 tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada Shin Tae-yong. Banyak faktor lain yang memengaruhi performa tim di turnamen ini.
Sumardji juga mengungkapkan banyak pemain muda diberikan kesempatan bermain di turnamen ini. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman bertanding kepada mereka di level internasional.
Menurutnya, Shin Tae-yong telah melakukan tugasnya dengan baik dalam mempersiapkan tim di tengah keterbatasan. Ia meminta masyarakat untuk lebih sabar dan mendukung proses pembangunan skuad Garuda.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
