
Mohammed Rashid memilih nomor 74 karena alasan emosional. (@moerashid95)
JawaPos.com – Mohammed Rashid kembali menunjukkan performa gemilang bersama Persebaya Surabaya. Pada pekan ke-14 Liga 1 2024/2025, Persebaya sukses meraih kemenangan telak 4-1 atas Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (11/12). Di babak pertama, Persebaya sudah unggul tiga gol lewat aksi Mohammed Rashid, Francisco Rivera, dan Kasim Botan. Flavio Silva menutup pesta gol di menit ke-81, sementara Persik hanya mampu membalas satu gol melalui Ramiro Fergonzi.
Rashid mencuri perhatian dengan gol spektakuler yang dicetaknya. Ia melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti setelah menerima umpan dari Francisco Rivera. Bola meluncur deras tanpa mampu ditepis oleh kiper Persik, Leonardo Navacchio.
Menurut data dari Transfermarkt per Rabu (11/12), Rashid telah mencetak enam gol bersama Persebaya musim ini. Ia juga tampil di seluruh 14 pertandingan tim hingga pekan ke-14, menunjukkan konsistensi luar biasa sebagai gelandang andalan Persebaya.
Mohammed Rashid, gelandang andalan Persebaya Surabaya yang sebelumnya memperkuat Bali United, membuat keputusan menarik dengan memilih nomor punggung 74. Pemilihan nomor ini bukan tanpa alasan; ada cerita pribadi penuh makna yang berkaitan erat dengan kedua orang tuanya.
Sebelumnya, saat bermain untuk Persib Bandung, Rashid ingin memakai nomor 3, yang merupakan nomor favoritnya di Timnas Palestina dan klub-klub sebelumnya. Namun, nomor tersebut sudah digunakan oleh Ardi Idrus. Sebagai bentuk penghormatan kepada rekan setimnya, Rashid memilih nomor lain yang juga memiliki arti khusus baginya.
Arti Khusus di Balik Nomor 74
Nomor 74 yang kini dikenakan Rashid memiliki makna mendalam. Angka tersebut mencerminkan bulan kelahiran kedua orang tuanya: angka 7 mewakili bulan lahir sang ayah, sementara angka 4 melambangkan bulan kelahiran sang ibu.
"Nomor 74 ini melambangkan dua orang terpenting dalam hidup saya, yaitu orang tua saya. Itulah alasan saya memilih angka ini," ungkap Rashid.
Keputusan ini menunjukkan betapa besar cinta dan penghormatan Rashid terhadap keluarganya. Dengan mengenakan nomor 74, ia ingin merasa selalu dekat dengan kedua orang tuanya, bahkan ketika berada di lapangan. Keluarga menjadi sumber utama motivasi dan semangat Rashid dalam menjalani kariernya.
"Tanpa mereka, saya bukan siapa-siapa. Selain itu, jika 7 dikurangi 4, hasilnya adalah 3, yang merupakan tanggal ulang tahun saya," tambahnya.
Dedikasi dan Inspirasi
Nomor 74 bukan hanya angka di punggung jersey, melainkan simbol dedikasi Rashid terhadap keluarganya. Hal ini juga menjadi cerminan dari komitmennya untuk selalu memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Nomor ini telah ia kenakan sejak bermain di Bali United hingga kini bersama Persebaya Surabaya.
Cerita di balik pemilihan nomor ini juga bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya para penggemar sepak bola. Rashid mengajarkan bahwa di balik sebuah keputusan, terdapat makna mendalam yang bisa menjadi sumber kekuatan.
Melalui nomor punggung 74, Rashid membawa cinta dan penghormatan terhadap keluarganya ke setiap pertandingan. Keputusannya ini menunjukkan bagaimana peran keluarga sangat berarti dalam kehidupannya, sekaligus menjadi simbol semangat dan dedikasi yang ia bawa di lapangan. Di balik angka tersebut, tersimpan kisah yang menginspirasi banyak orang untuk selalu menghargai makna di balik setiap pilihan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
