Kapten Hindia Belanda, Ahmad Nawir (kiri) menjalani koin tos dengan kapten Hungaria. (X @anugerah9999)
JawaPos.com - Sejarah sepak bola Indonesia memiliki babak yang membanggakan saat Hindia Belanda, nama Indonesia kala itu, menjadi negara Asia pertama yang tampil di ajang Piala Dunia 1938 di Prancis.
Keikutsertaan ini adalah sebuah prestasi besar, meski perjalanan menuju turnamen ini tidaklah mudah. Namun, satu hal menarik yang hingga kini menjadi bahan diskusi adalah: warna jersey apa yang dikenakan tim Hindia Belanda saat berlaga di Piala Dunia tersebut?
Keikutsertaan Hindia Belanda di Piala Dunia 1938
Pada Piala Dunia 1938 di Prancis, Benua Asia hanya mendapat satu tiket ke turnamen ini. Awalnya, tiket tersebut dimenangkan Jepang melalui jalur kualifikasi. Namun, Jepang mengundurkan diri, sehingga Hindia Belanda maju sebagai perwakilan Asia.
Sebagai bayangan, reporter dari Algemeen Handelsblad menceritakan tentang pandangan matanya tentang stadion berumput hijau yang indah, dikelilingi track sepeda dan bangku-bangku dari semen basah sisa diguyur hujan deras jam 3 sore tadi, sudah berisi 20.000 pasang mata dari yang seharusnya hanya 13.000 penonton. Pertandingan sendiri kick-off pada 5 Juni 1938 pukul 5.15 sore waktu Prancis.
Meski perjalanan singkat karena kalah 6-0 dari Hungaria di babak pertama, Hindia Belanda tetap mencatat sejarah penting sebagai pionir Asia di panggung dunia. Perlu diketahui, Hindia Belanda hanya bermain sekali, sebab Piala Dunia kala itu menggunakan sistem gugur secara langsung.
Setelah bermain di Piala Dunia 1938, Hindia Belanda melawan induknya, Belanda, pada tanggal 23, sebagai Olympic Games di Amsterdam, sebagai laga "pelipur lara" karena sama-sama gagal. Skor akhir ‘Timnas Pusat’ menang telak 9-2.
Polemik Warna Jersey
Pertanyaan tentang warna jersey yang dikenakan Hindia Belanda mencuat setelah akun X Komunitas Jersey Timnas Indonesia (KJTI) memposting sebuah pertanyaan. Salah satu kolektor dan pencinta sejarah jersey, Bima Sakti Wiratama, memberikan jawaban berdasarkan bukti otentik dari arsip surat kabar Algemeen Handelsblad.
Dalam artikelnya tertanggal 7 Juni 1938, reporter menggambarkan bagaimana para pemain Hindia Belanda tampak kecil dan rapuh dalam seragam oranye, saat berhadapan dengan raksasa Hungaria.
"Wat zijn de Nederlandsch-Indische oranjehemden klein en tenger, zoo uit de hoogte gezien en met de Hongararsche reuzen vergeleken,” tulis mereka, yang memiliki arti “Betapa kecil dan rapuhnya seragam oranye Hindia Belanda, dilihat dari atas jika dibandingkan dengan raksasa Hungaria.”
Deskripsi ini menunjukkan bahwa Hindia Belanda mengenakan jersey berwarna oranye dengan celana putih. Bukti tambahan berupa rekaman pertandingan di YouTube juga memperkuat pernyataan ini, meski rekaman tersebut hitam putih.
Mengapa Oranye, Bukan Merah?
Pilihan warna oranye berkaitan erat dengan Hindia Belanda yang merupakan koloni Kerajaan Belanda pada masa itu. Oranye adalah warna identitas Belanda yang melambangkan dinasti kerajaan mereka, House of Orange. Dengan demikian, warna merah sebagai identitas modern Indonesia belum digunakan saat itu.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
