Oktafianus Fernando saat jalani sesi konferensi pers bersama pelatih kepala Persebaya Surabaya Paul Munster. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Persija Jakarta dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2024/2025 di Stadion Gelora Bung Tomo. Sempat tertinggal lebih dulu lewat penalti Gustavo Almeida, Green Force bangkit di babak kedua dengan gol dari Flavio Silva dan Mohammed Rashid.
Kemenangan ini menjadi penanda penting bagi Persebaya, yang terakhir kali mengalahkan Persija di GBT pada 2018 dengan skor 3-0. Selain itu, laga ini juga menjadi momen spesial bagi Oktafianus Fernando, yang melakoni debut musim ini setelah cukup lama absen.
Oktafianus atau akrab disapa Opan merasa terharu bisa kembali merumput bersama Persebaya, terlebih di pertandingan sebesar ini. Dalam sesi konferensi pers usai laga, Opan mengungkapkan rasa syukurnya karena mampu membantu tim meraih kemenangan.
“Senang karena debut pertama saya langsung di pertandingan besar melawan Persija, dan kami menang. Sebagai pemain senior, saya ingin menjadi panutan dengan menghormati strategi dan taktik pelatih,” ujarnya.
Opan juga menegaskan ia selalu mendukung penuh tim ini, baik di dalam maupun luar lapangan. Baginya, rasa hormat terhadap strategi yang dirancang pelatih Paul Munster adalah kunci dalam menghadapi laga-laga sulit.
Paul Munster sendiri menyatakan mentalitas juara yang dimiliki skuadnya menjadi faktor utama keberhasilan comeback melawan Persija. Ia memuji kerja keras para pemain yang tidak menyerah meski tertinggal di babak pertama.
“Semua pemain 100 persen berusaha keras untuk menang, bukan sekadar hasil imbang. Jika kami mencetak satu gol, kami percaya bisa mencetak gol kedua,” tegas Munster.
Laga ini juga menambah daftar panjang comeback Persebaya di GBT musim ini. Sebelumnya, mereka juga membalikkan keadaan melawan Barito Putera dan Persis Solo, yang semuanya berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Green Force.
Menurut Opan, persiapan matang selama dua pekan terakhir menjadi kunci keberhasilan Persebaya dalam laga ini. Ia mengapresiasi instruksi rinci dari pelatih yang membantu tim memahami setiap aspek permainan.
“Selama persiapan, Coach Paul memberikan instruksi yang sangat detail. Kami yakin dan percaya pada tim ini, itulah kunci kemenangan kami,” jelas Opan.
Bagi Bonek, kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menunjukkan semangat pantang menyerah yang selalu ditanamkan di dalam tim. Dukungan positif dari suporter menjadi tambahan energi bagi para pemain di lapangan.
Opan menegaskan pertandingan melawan Persija bukanlah laga yang mudah, apalagi harus mengakhiri babak pertama dalam posisi tertinggal. Namun, semangat dan dukungan tanpa henti dari Bonek membuat para pemain terus berjuang hingga peluit akhir.
Sebagai salah satu pemain senior, Opan merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan bagi pemain muda di tim. Ia menekankan pentingnya budaya saling menghormati di dalam skuad untuk menjaga kekompakan tim.
“Sebagai pemain senior, saya harus menjadi contoh dan panutan. Apapun yang terjadi di pertandingan, saya selalu mendukung penuh tim ini,” tambah Opan.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
