Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 November 2024 | 22.17 WIB

Cerita Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda, Pasang Surut Green Force Seperti Kisah Film Star Wars

Azrul Ananda ungkap perjuangan membawa Persebaya Surabaya berjaya seperti kisah film Star Wars. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, mengisahkan perjalanan klub kebanggaan Bonek ini dengan analogi menarik. Ia membandingkan pasang surut Green Force layaknya alur cerita epik Star Wars karya George Lucas.

Pada ulang tahun ke-97 Persebaya Surabaya, Azrul mengakui musim ini adalah yang terburuk sejak ia mulai mengelola klub pada 2017. Dengan nada penuh introspeksi, ia meminta maaf kepada seluruh pendukung setia Persebaya Surabaya di manapun berada.

Sejak dihidupkan kembali pada 2017, Persebaya Surabaya bukan hanya sebuah klub sepak bola. Green Force hadir dengan misi lebih besar, menjadi simbol akal sehat dan "penyeimbang" dalam sepak bola Indonesia.

Azrul menyamakan momen ini seperti Star Wars Episode I, saat Anakin Skywalker lahir dengan takdir menjadi penyeimbang kekuatan baik dan jahat. Kembalinya Persebaya Surabaya ke dunia sepak bola adalah kehendak semesta untuk membawa perubahan menuju arah yang lebih baik.

Awal kebangkitan Persebaya Surabaya diwarnai kesuksesan besar, seperti juara Liga 2 pada 2017 dan promosi ke Liga 1 dalam waktu singkat. Euforia juga berlanjut dengan prestasi apik di Liga 1, seperti peringkat lima pada 2018 dan runner-up musim 2019.

Azrul menyebut masa itu sebagai Star Wars Episode II, fase bulan madu di mana semuanya tampak indah. Layaknya Anakin yang menjadi Jedi kuat, Persebaya Surabaya melesat dengan segudang prestasi, termasuk juara Piala Gubernur Jawa Timur 2020 dan sukses pembinaan pemain muda.

Namun, pandemi Covid-19 menjadi awal cobaan besar bagi Persebaya Surabaya. Liga yang terhenti membuat semua rencana besar, baik di bidang ekonomi maupun prestasi, terhenti seketika.

Pandemi memaksa Persebaya Surabaya menutup sebagian besar toko Persebaya Store dan menunda berbagai program investasi. Dalam analogi Azrul, ini adalah saat ketika laju Anakin mulai terhambat, meskipun ia memiliki potensi besar untuk mencapai puncak.

Ketika liga kembali digelar, Persebaya Surabaya menunjukkan harapan dengan tetap berada di papan atas, meski rintangan terus menghadang. Namun, tanda-tanda kelemahan mulai terlihat, terutama pada musim berikutnya, di mana banyak kesalahan fundamental terjadi.

Azrul menyebut kesalahan itu sebagai bentuk kepercayaan diri yang berlebihan, seperti yang dialami Anakin dalam Star Wars Episode III. Zona nyaman dan kurangnya perhatian pada detail membawa Persebaya Surabaya terpuruk hingga finis di posisi ke-12, hasil terburuk dalam sejarah baru klub.

Kesalahan itu diakui sebagai tanggung jawab kolektif manajemen, dengan Azrul sebagai CEO berada di garis depan. Meski begitu, ia tetap menegaskan pondasi klub tetap sehat, memberikan peluang untuk bangkit dengan cepat.

Sejak pertengahan musim lalu, Persebaya Surabaya sudah mulai bergerak untuk membenahi kesalahan tersebut. Mereka fokus pada dua tujuan: mengamankan tim dari degradasi dan memastikan musim berikutnya dimulai tanpa cacat.

Azrul menyampaikan Persebaya Surabaya berusaha membangun kembali dua kaki utama, yaitu prestasi di lapangan dan kekuatan komersial. Struktur tim teknis dan komersial diperkuat untuk memastikan efisiensi dan efektivitas jangka panjang.

Salah satu sisi positif yang diungkap Azrul adalah stabilitas Persebaya Surabaya pasca-pandemi dibanding klub lain. Meski performa menurun, nadi ekonomi klub tetap terjaga, memungkinkan berbagai koreksi dilakukan lebih cepat.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore