Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 November 2024, 22.23 WIB

Langkah Cermat Persebaya Surabaya Gandeng Dinas Psikologi Angkatan Laut: Kunci Bebas Kartu Merah dan Kendali Emosi Pemain

Potret manajemen Persebaya Surabaya ketika bertemu dengan Dinas Psikologi Angkatan Laut. (Media Persebaya) - Image

Potret manajemen Persebaya Surabaya ketika bertemu dengan Dinas Psikologi Angkatan Laut. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya mengambil langkah strategis untuk menjaga performa timnya dengan menggandeng Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsial). Kerja sama ini diharapkan dapat membantu pemain mengontrol emosi dan meningkatkan ketahanan mental mereka, terutama saat menghadapi laga-laga penting di Liga 1 Indonesia.

Dalam pertemuan pada Rabu, 30 Oktober 2024, Kepala Dinas Psikologi Angkatan Laut Laksamana Pertama (Laksma) Wisnu Agung Priyambodo menerima kunjungan dari tim manajemen Persebaya Surabaya. Ia menyampaikan kesiapannya untuk mendukung pendampingan psikologi bagi seluruh pemain Green Force demi meningkatkan kinerja dan pencapaian tim.

Sebagai pusat psikologi yang berlokasi di Surabaya, Dispsial merasa berkewajiban mendukung tim kebanggaan masyarakat Kota Pahlawan. “Dinas Psikologi Angkatan Laut kan pusatnya ada di Surabaya. Kita siap mendukung Persebaya Surabaya untuk mempersiapkan tim dan pemain, mengejar prestasi tertinggi,” kata Laksma Wisnu berdasarkan keterangan resmi klub.

Kerja sama ini akan berfokus pada upaya pendampingan psikologis yang komprehensif, dimulai dengan assessment terhadap pemain pada Kamis, 7 November 2024. Assessment ini penting untuk memahami kondisi mental dan karakter tiap pemain sehingga pendampingan selanjutnya bisa lebih efektif dan terarah.

Persebaya Surabaya menyambut positif langkah tersebut dan mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Dispsial dan TNI Angkatan Laut. Manajemen Persebaya berharap kerja sama ini dapat menjadi kunci agar para pemain bisa mengontrol emosi di lapangan dan terhindar dari kartu merah yang bisa merugikan tim.

Langkah ini sangat relevan karena dalam pertandingan yang penuh tekanan, pemain sepak bola kerap kali menghadapi situasi yang bisa memancing emosi. Apalagi, sebagai tim dengan dukungan besar dari Bonek, pemain Persebaya Surabaya sering kali harus berhadapan dengan ekspektasi tinggi dari para penggemar.

Dengan bimbingan dari para ahli psikologi, diharapkan para pemain bisa mengembangkan mentalitas yang tangguh dan tenang saat menghadapi lawan. Pendekatan ini diharapkan akan mengurangi risiko pemain bertindak emosional di lapangan, yang bisa berujung pada kartu merah atau pelanggaran lain yang merugikan.

Dalam beberapa musim terakhir, Persebaya Surabaya mengalami beberapa insiden di mana pemain harus menerima kartu merah akibat tindakan yang dipicu oleh emosi. Kondisi ini tentu menjadi evaluasi bagi manajemen tim untuk meningkatkan aspek psikologis yang berperan penting dalam kesuksesan di lapangan.

Pendampingan psikologis ini nantinya tidak hanya akan berfokus pada pengendalian emosi, tetapi juga pada peningkatan konsentrasi pemain selama pertandingan. Tim psikologi Dispsial akan membantu para pemain untuk tetap fokus dan tidak mudah terpengaruh provokasi lawan, sesuatu yang sering terjadi di lapangan.

Langkah kerja sama ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif pada kesehatan mental para pemain, yang kadang mengalami tekanan luar biasa di dunia sepak bola profesional. Dengan kondisi mental yang sehat, para pemain dapat bermain dengan lebih optimal tanpa terganggu oleh faktor eksternal yang bisa memengaruhi performa mereka.

Manajemen Persebaya Surabaya berharap kolaborasi ini bisa menjadi terobosan bagi tim-tim sepak bola Indonesia lainnya dalam memahami pentingnya pendampingan psikologis. Di tengah persaingan Liga 1 yang semakin ketat, ketahanan mental menjadi faktor krusial yang bisa menjadi pembeda dalam mencapai kemenangan.

Kerja sama ini sekaligus menunjukkan bahwa Persebaya Surabaya serius dalam mengejar prestasi tertinggi dengan pendekatan yang lebih modern dan menyeluruh. Tidak hanya fokus pada aspek teknis dan fisik, tetapi juga pada kesehatan mental dan psikologis pemain.

Dengan langkah-langkah ini, Persebaya Surabaya berusaha untuk tidak hanya mencetak pemain yang unggul secara fisik, tetapi juga memiliki kendali emosional yang kuat. Pendampingan psikologi dari Dispsial diharapkan bisa membangun karakter para pemain agar tetap tenang di bawah tekanan dan menjaga sikap sportivitas di lapangan.

Pentingnya kerja sama ini semakin terlihat mengingat atmosfer pertandingan yang sering kali penuh emosi dan ketegangan. Dengan pengendalian emosi yang baik, Persebaya Surabaya berharap bisa menciptakan iklim pertandingan yang sehat dan terhindar dari insiden yang tidak diinginkan.

Dengan assessment psikologis yang akan dilakukan pekan ini, tim Dispsial akan merancang program pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pemain. Program ini diharapkan bisa mengasah mentalitas dan kecerdasan emosional para pemain agar siap menghadapi berbagai situasi di lapangan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore