Bonyadifard Mooud (kedua dari kiri) wasit asal Iran yang akan memimpin laga Arema FC vs Persib Bandung
JawaPos.com - Wasit Bonyadifard Mooud telah dipastikan memimpin pertandingan Timnas Indonesia vs Jepang. Pengadil lapangan asal Iran itu punya rekam jejak kontroversial di Liga 1 yang melibatkan Persija Jakarta dan Persib Bandung.
Kepastian Bonyadifard Mooud sebagai wasit Timnas Indonesia vs Jepang pada kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi.
Yunus mengatakan, Bonyadifard Mooud jadi wasit yang memimpin laga krusial Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah menerima surat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Surat itu berisikan lengkap dengan perangkat pertandingan lainnya.
"Beberapa waktu lalu saya hadiri konferensi AFC di Korea. Kami sampaikan itu untuk laga kita lawan Jepang dari Iran (Bonyadifard Mooud). Dari VAR dari beberapa negara itu tidak ada masalah bagi kami," kata Yunus Nusi di Gedung DPR RI, Senin (4/11) sore.
"Yang pasti keinginan kami terobati karena kita tahu bersama Iran bersahabat dengan kita, kita tidak berharap mereka membantu, tapi mereka netral," tambahnya.
Sosok wasit Bonyadifard Mooud sebenarnya bukanlah wasit yang asing di sepak bola Indonesia. Pengadil lapangan berusia 39 tahun itu diketahui pernah memimpin pertandingan Liga 1 Indonesia.
Berdasarkan data Transfermarkt, Bonyadifard Mooud pernah memimpin tiga pertandingan Liga 1 2017. Dirinya memimpin duel Arema FC vs Persib Bandung (0-0, 12 Agustus 2017), Persija Jakarta vs PSM Makassar (2-2, 15 Agustus 2017), dan Bhayangkara FC vs Sriwijaya FC (2-1, 20 Agustus 2017).
Tiga pertandingan yang dipimpin Bonyadifard Mooud pun tak semuanya berjalan mulus. Dia tercatat mengeluarkan total 12 kartu kuning dengan dua laga di antaranya berakhir kontroversial.
Pertama saat pertandingan Arema FC vs Persib, kinerja Bonyadifard Mooud dianggap oleh Umuh Muchtar, manajer Maung Bandung saat itu, terkesan aneh.
Keanehan yang dirasakan Umuh pada Mooud karena sang wasit memberikan keputusan yang tidak tepat hingga menyebabkan Michael Essien geram. Mooud kemudian memberikan kartu kuning kepada striker Ezechiel N'Douassel secara tiba-tiba tanpa adanya pelanggaran keras.
"Seharusnya dia (Ezechiel) tidak dapat kartu kuning. Itu ada keanehan, wasit aneh. Meski wasit asing, kalau aneh ya aneh. Kalau bagus ya bagus," ujar Umuh pada 16 Agustus 2017.
Tapi, puncak kontroversi kepemimpinan wasit Bonyadifard Mooud terjadi pada duel Persija vs PSM di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Dia jadi aktor di balik kegagalan Juku Eja meraih kemenangan atas Macan Kemayoran.
Bonyadifard Mooud saat itu menganulir gol yang dicetak oleh pemain PSM, Willem Jan Pluim, saat kedudukan 2-2. Gol Pluim dianulir karena dia menilai bola menyentuh tangan sang pemain terlebih dahulu sebelum melepaskan tendangan yang berbuah gol.
Padahal, berdasarkan rekaman yang ada, terlihat jelas bola sama sekali tidak terkena tangan Pluim. Kesalahan Bonyadifard Mooud kian fatal karena dia juga mengganjar kartu kuning kepada pemain asal Belanda tersebut.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
