Pemain Semen Padang harus menerima kenyataan pahit dibantai 8-1 oleh Dewa United. (Instagram @semenpadangfcid)
JawaPos.com — Semen Padang mengalami kekalahan paling memalukan dalam sejarah Liga 1 Indonesia usai dibantai Dewa United dengan skor telak 1-8. Laga di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (25/10), itu jadi mimpi buruk bagi Kabau Sirah yang harus rela terkapar di hadapan pendukung sendiri.
Pertandingan baru berjalan tiga menit, gawang Semen Padang sudah bergetar oleh gol cepat Egy Maulana Vikri. Serangan cepat dan intens yang diperagakan Egy sukses memperdaya lini belakang tuan rumah, membuatnya mencatatkan gol pertama untuk Dewa United.
Tidak cukup satu gol, Egy hanya butuh tiga menit lagi untuk kembali membobol gawang Semen Padang. Gol keduanya tercipta pada menit keenam, menunjukkan performa cemerlang sang pemain di babak pertama.
Lini pertahanan Semen Padang makin tertekan seiring dengan strategi agresif Dewa United yang tampil percaya diri. Hasilnya, Egy menuntaskan hat-trick pada menit ke-40, memberikan pukulan telak bagi Kabau Sirah yang kewalahan mengimbangi permainan cepat lawan.
Semen Padang semakin tak berdaya di pengujung babak pertama saat Dewa United mendapat hadiah penalti. Alex Ferreira berhasil mengeksekusi penalti tersebut di masa injury time, membuat Dewa United unggul telak 4-0 sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, Semen Padang tetap tak mampu bangkit dari keterpurukan. Dewa United kembali menguasai permainan dan terus melancarkan serangan yang akhirnya menambah penderitaan tuan rumah.
Gol hiburan bagi Semen Padang baru tercipta pada menit ke-53, itupun dari kesalahan pemain Dewa United. Brian Fatari mencetak gol bunuh diri yang akhirnya menjadi satu-satunya gol bagi Semen Padang di pertandingan itu.
Dewa United tidak membiarkan kesalahan tersebut memengaruhi tempo serangan mereka. Septian Bagaskara menyarangkan gol kelima pada menit ke-76, semakin memperparah keadaan untuk Semen Padang yang makin terpuruk.
Dewa United masih belum berhenti di sana, dengan Alexis Messidoro yang sukses menambah gol lagi pada menit ke-83. Serangan bertubi-tubi Dewa United terus mengalir hingga Alex Ferreira mencetak gol keduanya pada menit ke-88.
Penderitaan Semen Padang ditutup oleh gol kedua Septian Bagaskara di menit akhir injury time, menyempurnakan kemenangan telak 8-1 bagi Dewa United. Skor ini sekaligus menjadi kekalahan terbesar yang pernah dialami Semen Padang di kompetisi Tanah Air, melewati rekor buruk saat kalah 0-6 dari Madura United pada 2017.
Menurut data Transfermarkt, kekalahan 1-8 ini kini mencatatkan sejarah baru bagi Semen Padang dalam kompetisi domestik. Kekalahan ini bahkan menjadi yang kedua terburuk di seluruh kompetisi, setelah kekalahan 0-11 dari Yokohama Marinos di ajang Asian Cup Winners 1993-1994.
Ironisnya, kekalahan ini juga semakin menjerumuskan posisi Semen Padang di dasar klasemen Liga 1 2024/2025. Bayu Gatra dan kawan-kawan sejauh ini baru meraih 4 poin dari sembilan laga, menjadikan mereka tim dengan performa terburuk di musim ini.
Kekalahan dari Dewa United pun menjadi yang ketujuh bagi Semen Padang sepanjang musim ini, menunjukkan tanda-tanda krisis dalam skuad Kabau Sirah. Hingga pekan kesembilan, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang, membuat asa untuk keluar dari zona degradasi semakin sulit.
Situasi makin memprihatinkan bagi Semen Padang yang harus segera berbenah jika tidak ingin semakin terpuruk. Tekanan besar dari para suporter juga tidak bisa dihindari, terutama setelah kekalahan memalukan ini membuat reputasi tim tercoreng di kancah Liga 1.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
