Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Oktober 2024 | 06.50 WIB

Gelandang Persebaya Mohammed Rashid Ungkap Kedekatannya dengan Rudy William Keltjes Semasa Hidup, Sosok Motivator Sejati!

Gol Mohammed Rashid selamatkan Persebaya Surabaya dari kekalahan saat bermain imbang 1-1 kontra PSM Makassar. (Media Persebaya) - Image

Gol Mohammed Rashid selamatkan Persebaya Surabaya dari kekalahan saat bermain imbang 1-1 kontra PSM Makassar. (Media Persebaya)

JawaPos.com - Ada momen menarik saat Mohammed Rashid mencetak gol penyama kedudukan saat Persebaya bermain imbang dengan PSM, Rabu (23/10) di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
 
Selain menjadi gol penting lantaran menjadi gol penyelamat bagi Persebaya, Rashid mempersembahkan gol itu sebagai bentuk penghormatan kepada Rudy Keeltjes.
 
Sebagai informasi, legenda Persebaya Rudy William Keltjes meninggal dunia pada Rabu (23/10) atau beberapa jam sebelum laga Green Force menghadapi PSM.
 
Mohammed Rashid cukup emosional merayakan golnya tersebut. Ia melepas pita hitam yang melingkar di lengannya dan diangkatnya tinggi-tinggi. Pita hitam tersebut dikenakan seluruh pemain Green Force untuk tanda berduka kepada Rudy William Keeltjes.
 
 
Usut punya usut, ternyata Mohammed Rashid cukup dekat dengan Rudy Keltjes dan keluarganya.
 
”Saya sangat berduka untuk Opa Rudy, dan juga Coach Stefan. Gol ini saya persembahkan untuk mereka, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ujar Rashid seperti dikutip dari laman Persebaya.
 
Stefan yang dimaksud Rashid adalah Stefan Keeltjes yang merupakan putra dari Rudy Keeltjes. Sedangkan Opa Rudy adalah panggilan akrab Rashid kepada sang legenda.  
 
Rashid mengenal dan dekat dengan mereka berdua saat masih membela Bali United musim lalu. Di sana Stefan Keltjes menjadi asisten pelatih.
 
Karena memiliki kedekatan itulah Rashid juga turut melayat ke rumah duka di Surabaya, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Opa Rudy. 
 
Menurutnya, mantan pelatih Persebaya tersebut merupakan sosok yang sering memberi motivasi menjelang laga berlangsung.
 
 
”Saya datang untuk memberi penghormatan terakhir kepada Opa Rudy. Beliau sosok yang sangat baik dan selalu memberi saya motivasi sebelum pertandingan. Anaknya (Stefan), salah satu pelatih terbaik yang pernah bekerja dengan saya," jelas Rashid.
 
Pemain timnas Palestina tersebut juga mengungkapkan bahwa Rudy Keltjes punya peran dalam meyakinkan Rashid untuk bergabung dengan Persebaya.
 
”Beliau meyakinkan saya untuk mengiyakan ketika Persebaya memberikan penawaran," ungkap Rashid.
 
Semasa hidup, Rudy Keeltjes merupakan salah satu talenta terbaik yang pernah dimiliki sepak bola Indonesia. Ia pernah membawa Persebaya juara saat masih era Perserikatan. 
 
Selain itu, pria keturunan Belanda tersebut juga pernah membela klub Galatama asal Surabaya, Niac Mitra dan juga pernah membela Timnas Indonesia.
 
Selain Rashid, terdapat tiga pemain lain di skuad Persebaya saat ini yang pernah dilatih Rudy Keeltjes, yaitu Kasim Botan, Rizky Dwi, dan Catur Pamungkas. Mereka juga melayat ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore