Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Oktober 2024 | 21.01 WIB

Banyak yang Tak Tahu, Bintang Persebaya Surabaya Malik Risaldi sempat Gabung di Klub Badminton dan Beberapa Kali Ditolak Bekerja

Bintang Persebaya Surabaya Malik Risaldi ketika berjuang bersama Timnas Indonesia meski pelipisnya sempat robek. (Dok. PSSI)

 
JawaPos.com - Malik Risaldi kini menjadi idola baru di Persebaya. Didatangkan dari Madura United musim ini dengan menyandang status top skor lokal Liga 1 musim lalu, ia kini mulai nyetel dengan game plan pelatih Paul Munster.
 
 
Malik Risaldi memang sempat cedera pada awal musim dan baru bisa bermain saat Persebaya melawat ke stadion Kapten I Wayan Dipta menghadapi tuan rumah Persita pada pekan ketiga. 
 
Namun, debutnya tersebut seakan menjadi ajang pembuktian bahwa ia layak meraih gelar top skor lokal musim sebelumnya. Dalam laga itu, Malik Risaldi langsung mencetak dua gol sekaligus membawa Persebaya menang 2-1.
 
Sejak itu, ia menjadi andalan pelatih Paul Munster di lini tengah area sayap Green Force. Tak hanya itu, ia juga dipanggil Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong untuk berlaga di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
 
Pemain kelahiran Surabaya tersebut memang sedang dalam performa terbaiknya. Selain gelar top skor lokal, ia juga sukses membawa Madura United melaju ke final Championship Series Liga 1 musim lalu.
 
Kini, ia juga turut berperan membawa Persebaya bertengger di puncak klasemen sementara Liga 1 musim 2024/2025. Namun siapa sangka, perjalanan karir Malik untuk bisa di posisi seperti sekarang tidaklah mulus.
 
Semasa kecil, Malik memang sudah menggemari sepak bola. Ia sudah ikut sekolah sepak bola (SSB) sejak SD. Namun, uniknya ia sempat berhenti bermain di SSB dan masuk klub bulu tangkis.
 
"Dulu saya sempat bermain di klub badminton saat pindah rumah ke Gresik selama setahun karena permintaan orang tua," ungkap Malik seperti dikutip dari akun YouTube Liga Indonesia Baru (LIB).
 
Ternyata hal itu tidak membuatnya sreg untuk berkecimpung di dunia badminton. Ia pun memutuskan keluar dari klubnya itu dan kembali masuk SSB karena kecintaannya pada sepak bola.
 
"Orang tua tidak marah, jadi tetap senang saya kembali sepak bola di SSB karena papa saya juga suka sepak bola," imbuhnya.
 
Sejak keluar dari klub badminton, ia mengaku bermain di SSB Semen Gresik. Ia pun menekuni sepak bola dan saat SMP ia melanjutkan untuk ikut akademi sepak bola.
 
"Waktu SMP, saya masuk Widodo C. Putro Akademi, saat itu beliau membuka akademi dan saya ikut mendaftar," katanya lagi.
 
Ia pun menjelaskan bagaimana awal karir sepak bola profesionalnya, yaitu ia mulai dari PS Timah Babel pada 2017.
 
"Pada 2017 saya bermain di Liga 2 untuk klub PS Timah Babel di Bangka Belitung," ungkapnya.
 
Namun, karirnya saat itu tidak mulus karena ia hanya bermain selama setengah musim bersama dengan sejumlah pemain asal Gresik lainnya.
 
"Setelah setengah musim, saya dan pemain-pemain dari Gresik yang dibawa ke klub itu dicoret dan diganti gerbong (pemain) lainnya," kata pemain yang berposisi asli sebagai sayap tersebut.
 
Ia pun sempat menganggur dan juga mencari-cari kerja, namun ternyata tidak juga diterima.
 
"Dari Babel saya kembali ke Gresik dan sempat menganggur di rumah, juga sambil ngelamar kerja, tapi nggak ada yang nerima," katanya sambil agak terkekeh.
 
Ternyata jalan hidup Malik memang di jalur sepak bola. Pada 2018, saat Persegres turun di Liga 2, klub asal Gresik itu mengadakan seleksi pemain dan Malik ikut mendaftar.
 
"Persegres pada 2018 mengadakan seleksi pemain, saya ikut seleksi dan lolos," kenangnya lagi.
 
Sejak itu, karir sepak bolanya berangsur-angsur menanjak. Sempat juga bergabung dengan Persela, ia akhirnya bersinar di Madura United.
 
"Setelah habis kontrak di Persela, tim pertama yang menghubungi saya adalah Madura United. Mereka juga punya banyak pemain bagus. Jadi saya tanpa ragu menyanggupinya," terang Malik.
 
Seperti yang telah diketahui, bersama Madura United, Malik pun sukses meraih gelar top skor lokal Loga 1 musim lalu dan membawa tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu menjadi runner-up Championship Series Liga 1.
 
Kini bersama Persebaya, ia mulai menjadi andalan setelah sembuh dari cedera. Shin Tae-yong pun juga mempercayainya untuk bergabung bersama Timnas Indonesia. Ia mengaku akan memberikan yang terbaik bagi Tim Garuda.
 
"Saya akan memberikan yang terbaik untuk Timnas Indonesia," tegasnya. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore