Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Oktober 2024 | 21.04 WIB

Timnas Indonesia Pernah Dipermalukan Bahrain 0-10, Shin Tae-yong: Ini Bukan Tentang Balas Dendam

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong usai menonton pertandingan Persija Jakarta vs Dewa United FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (16/9). (Dimas Ramadhan/JawaPos.com) - Image

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong usai menonton pertandingan Persija Jakarta vs Dewa United FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (16/9). (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong tahu bahwa timnya dihantui catatan buruk kalah 0-10 jelang berhadapan dengan Bahrain di grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Tapi pelatih asal Korea Selatan itu enggan terlalu memikirkannya.

Menantang Bahrain di Stadion Nasional Bahrain, Riffa pada Kamis (10/10) malam memang bukanlah kali perdana dirasakan oleh Timnas Indonesia. Garuda pernah melawat ke stadion itu 12 tahun lalu, namun mereka dapat hasil buruk yang jadi memori kelam Timnas Indonesia.

Ya, pada 29 Februari 2012, Timnas Indonesia menelan kekalahan telak 0-10 dari Bahrain di stadion yang sama dalam Kualifikasi Piala Dunia 2014. Hasil tersebut sangat mencoreng wajah Tanah Air karena itu jadi kekalahan terbesar yang pernah diderita skuad Garuda di level internasional.

Kini setelah 12 tahun berlalu, Timnas Indonesia akan bertemu dengan Bahrain lagi. Kedua tim kembali bertanding di Stadion Nasional Bahrain, Riffa pada Kamis (10/10) malam sekitar pukul 19.00 waktu setempat atau 23.00 WIB.

Shin Tae-yong selaku pelatih kepala Timnas Indonesia sekarang pun tetap tenang. Menurutnya, rekor buruk itu sudah berlalu. Dia pun menolak jika laga besok jadi kesempatan balas dendam Garuda kepada tuan rumah Bahrain.

"Ini bukan tentang balas dendam. Kita tidak sama seperti dulu," kata Shin Tae-yong dalam keterangan PSSI usai latihan Selasa (8/10) sore.

Saat Timnas Indonesia dihajar 0-10, kondisi sepak bola Tanah Air memang sedang berasa di era kegelapan. Yakni terjadi dualisme federasi dan kompetisi, yang berbuntut pada hancurnya Timnas Indonesia di ajang internasional.

Timnas Indonesia yang saat itu dilatih oleh Aji Santoso, tak bisa datang dengan kekuatan penuh. Sebab, Aji hanya diizinkan menggunakan pemain-pemain dari Indonesia Premier League (IPL) dan tanpa pemain dari Indonesia Super League (ISL).

Padahal, pemain-pemain yang kala itu jadi tulang punggung Timnas Indonesia, berkompetisi bahkan jadi bintang di kompetisi ISL. Sebut saja Boaz Solossa, Firman Utina, Bambang Pamungkas, hingga Hamka Hamzah.

Sementara saat ini, kondisi Garuda jauh lebih baik. Timnas Indonesia tidak dalam kondisi penuh keterbatasan dalam mengambil pemain. Bahkan bisa dibilang Shin Tae-yong sekarang bisa membangun skuad sesuai keinginannya.

Timnas Indonesia saat ini dihuni oleh banyak pemain naturalisasi dan diaspora. Rentetan hasil yang diraih Garuda sebelum menantang Bahrain besok pun sudah terbukti. Indonesia berhasil menahan Arab Saudi (1-1) dan Australia (0-0).

Oleh karena itu, alih-alih berpikir balas dendam, Shin Tae-yong lebih fokus untuk mempersiapkan Timnas Indonesia sekarang sebaik dan semaksimal mungkin. Tujuannya agar bisa dapat hasil positif.

"Daripada balas dendam, kita harus memenangkan permainan dengan memainkan permainan yang kita sukai. Itulah yang sedang saya persiapkan," jelas pelatih Korea Selatan yang berhasil menyingkirkan Jerman di Piala Dunia 2018.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore