JawaPos.com-David da Silva, striker asal Brasil yang pernah menjadi idola di Persebaya Surabaya, kembali mengungkap rahasia kesuksesannya saat masih menjadi andalan lini depan Green Force.
Saat membela Persebaya Surabaya, ia bermain dalam 43 pertandingan dan mencetak 39 gol serta memberikan 6 assist
Kala itu pada 25 November 2019, David menambah pundi-pundi golnya bersama Persebaya Surabaya di ajang Liga 1 Indonesia 2019 dengan total enam gol dari 11 penampilannya.
Laga Persebaya Surabaya melawan Persipura Jayapura di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, jadi salah satu momen yang membuktikan ketajaman David da Silva.
Di pertandingan itu, ribuan Bonek dipaksa menahan napas karena serangan demi serangan Persebaya Surabaya belum mampu menjebol gawang Persipura yang dikawal Dede Sulaiman. Dari enam tembakan yang dilepaskan, semuanya masih belum berhasil menggetarkan gawang lawan.
Namun, situasi berubah dramatis ketika tambahan waktu tersisa tujuh detik. Umpan lob M. Alwi Slamat diterima David dengan kaki kanannya. Tanpa ragu, ia melepaskan tendangan keras yang mengarah ke pojok kanan gawang Persipura.
Gol tersebut akhirnya mengunci kemenangan Persebaya Surabaya dan membuat Bonek bersorak lega.
David da Silva menjelaskan bagaimana gol tersebut bisa terjadi. “Sebelum menendang, saya melihat sekitar. Apakah saya dalam posisi yang lebih baik, atau ada pemain Persebaya lain yang bebas,” ungkap David dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya kala itu sempat melihat Diogo Campos berada dalam posisi tidak dijaga, sehingga jika tendangannya ditepis, bola muntah bisa diselesaikan oleh Diogo.
“Saya melihat ada ada (Diogo) Campos dalam posisi tidak dijaga. Jadi semisal (tendangan) bisa ditepis, saya percaya bola muntah akan diselesaikan oleh Diogo. Selain itu pikiran saya terfokus untuk segera melepaskan tendangan,” sambungnya.
Tendangan David da Silva memang tidak sembarangan. Ia mengatakan sebelum melepaskan tembakan, pikirannya fokus untuk segera menyelesaikan peluang.
“Saya terus berlatih mengasah akurasi tendangan. Hingga akhirnya bisa membuat saya tidak asal menendang dengan keras,” jelas mantan pemain Pohang Steelers ini.
Hasil dari latihan keras itulah yang menjadikan David da Silva salah satu striker paling ditakuti di Liga 1. Tendangan kerasnya yang akurat membuat kiper-kiper lawan kesulitan menahan tembakannya.