
Tijjani Reijnders dan Eliano Reijnders punya jalan sendiri dalam menentukan Timnas mana yang mereka bela. (Instagram/@eliano.r)
JawaPos.com — Fenomena saudara kandung yang membela timnas berbeda telah lama mewarnai dunia sepak bola. Salah satu kasus terbaru datang dari Eliano Reijnders, yang baru saja resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 30 September 2024. Dia berpotensi membela Timnas Indonesia, sementara kakaknya, Tijjani Reijnders, sudah memperkuat Timnas Belanda.
Eliano dan Tijjani bukanlah yang pertama memilih timnas berbeda. Berikut daftar enam pasangan kakak-beradik yang juga mengikuti jejak ini:
John dan Archie Goodall mencatat sejarah sebagai kakak-adik pertama yang membela timnas berbeda. John Goodall memilih membela Inggris dan mencetak 12 gol dari 14 penampilannya antara 1888 hingga 1898. Sementara itu, adiknya, Archie, memilih Irlandia dan tampil 10 kali antara 1899 hingga 1904. Meski berbeda timnas, keduanya dikenal sebagai pemain legendaris di masa itu.
Kakak-beradik Boateng mencatat kisah unik dengan memilih timnas yang berbeda. Kevin-Prince Boateng memilih untuk membela Ghana, negara leluhur dari ayah mereka, sementara Jerome Boateng tetap setia membela Jerman. Mereka bahkan berhadapan sebagai lawan dalam Piala Dunia 2010 dan 2014, sebuah momen yang jarang terjadi dalam sepak bola.
Kisah kakak-beradik ini menarik perhatian dunia ketika mereka bertemu sebagai lawan di Piala Eropa 2016. Granit Xhaka memilih Timnas Swiss, sementara Taulant Xhaka membela Albania. Meski keduanya besar di Swiss, keputusan mereka untuk membela negara yang berbeda menjadi simbol loyalitas terhadap darah keturunan.
Thiago Alcantara dan Rafinha, putra mantan pemain Brasil Mazinho, memilih jalan berbeda. Thiago memutuskan membela Spanyol dan menjadi andalan di lini tengah tim Matador. Di sisi lain, Rafinha memilih Brasil, negara kelahirannya, dan menjadi pemain kunci di level junior dan senior.
Kisah Pogba bersaudara juga tak kalah menarik. Paul Pogba membela timnas Prancis dan menjadi salah satu bintang di Piala Dunia 2018. Namun, kakak-kakaknya, Florentin dan Mathias, memilih membela Guinea, negara asal keluarga mereka. Meskipun memiliki darah yang sama, perjalanan karier internasional mereka menunjukkan arah yang berbeda.
Kisah terbaru datang dari Tijjani dan Eliano Reijnders. Tijjani telah menjadi pemain reguler di timnas Belanda dan memperkuat klub AC Milan. Sementara Eliano, yang kini resmi menjadi WNI, siap membela Timnas Indonesia.
Keduanya memiliki darah Indonesia dari sang ibu, Angelina Lekatompessy, yang berasal dari Maluku. Kehadiran Eliano di Timnas Indonesia diharapkan bisa memperkuat skuad asuhan Shin Tae-yong.
Fenomena saudara kandung yang memilih timnas berbeda menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar soal bakat, tetapi juga pilihan identitas, loyalitas, dan hubungan personal yang kompleks.
Setiap keputusan yang diambil oleh para pemain ini tentu didasari oleh banyak faktor, termasuk latar belakang keluarga, sejarah, dan kesempatan di kancah internasional.
Dengan demikian, kisah-kisah seperti yang dialami oleh Tijjani dan Eliano Reijnders menjadi contoh menarik dari fenomena globalisasi dalam sepak bola modern, di mana batas-batas negara tidak lagi menjadi penghalang untuk pilihan karier internasional seorang pemain.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
