Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Oktober 2024 | 23.03 WIB

Sejarah Panjang Tret tet tet, Tradisi Berani Pendukung Persebaya Surabaya Keluar Kandang Dimulai dari Rp30.000

Soepangat membawa megafon ikut mengatur peserta tret tet tet suporter Persebaya Surabaya dalam Final Perserikatan di Jakarta pada 1987. (Kholili Indro/JawaPos) - Image

Soepangat membawa megafon ikut mengatur peserta tret tet tet suporter Persebaya Surabaya dalam Final Perserikatan di Jakarta pada 1987. (Kholili Indro/JawaPos)

JawaPos.com — Setelah menjadi juara nasional pada 1976, prestasi Persebaya Surabaya menurun drastis. Pada kompetisi Perserikatan 1985, mereka hanya berhasil menempati posisi sembilan dari sepuluh kontestan.

Tak hanya Persebaya Surabaya, Niac Mitra, yang juga tim asal Surabaya, mengalami nasib serupa. Meski sempat berjaya di awal era Galatama, prestasi Niac Mitra ikut terpuruk pada 1985.

Melihat kondisi ini, Dahlan Iskan dan Wali Kota Surabaya saat itu, dr. Poernomo Kasidi, ikut turun tangan. Bersama dengan para pemangku kepentingan, mereka berdiskusi untuk mencari cara membangkitkan kejayaan sepak bola Surabaya.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, disepakati bahwa Jawa Pos akan ikut berperan dalam pemberitaan dan promosi. Awalnya, posisi Jawa Pos sebagai media justru sering mengkritik keras Persebaya Surabaya.

Namun, kritik tajam yang dilontarkan setiap hari tidak juga membawa perubahan signifikan. Kondisi tim tetap stagnan, bahkan semakin terpuruk.

“Awalnya posisi Jawa Pos itu menjadi pengkritik Persebaya. Apalagi, terjadi kekisruhan pengurus saat itu,” kata Dahlan Iskan dikutip dari koran Jawa Pos edisi 2 Oktober 2015. “Tapi, dikritik keras, digebuki setiap hari, tidak membuat Persebaya lebih baik,” lanjutnya.

Dahlan Iskan, yang saat itu menjabat sebagai pimpinan Jawa Pos, mencoba pendekatan yang berbeda. Berdasarkan teori pendidikan, dia percaya bahwa terlalu sering dimarahi justru membuat seseorang semakin tertekan.

“Lantas, saya ingat teori pendidikan. Orang itu kalau dimarahi terus tambah tertekan. Maka kita coba cara lain, diberi kebanggaan,” kata mantan menteri BUMN tersebut.

Akhirnya, Jawa Pos memutuskan untuk memberikan dukungan yang lebih positif. Mereka memulai kampanye besar-besaran untuk membangkitkan kebanggaan pendukung Persebaya Surabaya.

Sebenarnya, Jawa Pos bukanlah media pertama yang memberikan perhatian besar pada sepak bola. Pikiran Rakyat di Bandung dan Analisa di Medan sudah lebih dulu melakukannya saat Persib Bandung dan PSMS Medan berjaya pada Perserikatan 1983 dan 1985.

Namun, perbedaan yang mencolok adalah Jawa Pos tidak hanya memberitakan, tetapi juga terlibat langsung dalam mengoordinasi suporter. Mereka menjadi bagian penting dari gerakan Tret-tet-tet yang menjadi ikon suporter Persebaya Surabaya.

“Nilai plus Jawa Pos adalah kami tak hanya memberitakan, tapi ikut terlibat mengoordinasi suporter dan menjadi bagian internal dalam tim,” kata Slamet Oerip Prihadi, mantan redaktur senior olahraga Jawa Pos.

Dalam kurun waktu 1987–1991, Dahlan Iskan bahkan dipercaya untuk mengurusi Persebaya Surabaya secara langsung. Jawa Pos turut membesarkan nama Persebaya Surabaya hingga euforia masyarakat terhadap tim ini mencapai puncaknya pada akhir 1980-an.

“Euforia masyarakat Surabaya dan Jawa Timur terhadap Persebaya pada dasawarsa 1970-an tak seheboh apa yang terjadi pada akhir 1980-an,” kata Fajar Junaedi, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang juga sempat menulis buku Bonek. “Faktor Jawa Pos yang tak henti memberitakan bisa jadi alasan utama,” tambah Fajar.

Salah satu langkah paling berani yang dilakukan Jawa Pos adalah memobilisasi ribuan suporter untuk mengikuti pertandingan tandang. Tradisi ini dikenal dengan nama Tret-tet-tet, yang dimulai pada 4 Maret 1987.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore