
Alta Ballah nostalgia dan rindu atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo pasca hadapi Persebaya Surabaya. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus puas berbagi poin dengan Dewa United setelah ditahan imbang 0-0 di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo, pada Jumat (27/9) malam. Pertandingan ini menjadi catatan penting bagi Green Force yang gagal melanjutkan tren kemenangan mereka di Liga 1.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim bermain cukup hati-hati. Dewa United tampil solid di lini tengah dan belakang, memaksa Persebaya Surabaya meningkatkan intensitas serangan mereka di babak kedua. Meski Bruno Moreira dan kolega mencoba segala cara untuk membongkar pertahanan tim tamu, peluang emas tetap sulit didapatkan.
Baru pada menit ke-70, Bruno Moreira mendapatkan peluang emas. Beroperasi di sisi kanan, dia berhasil melewati satu pemain lawan sebelum melesatkan tendangan keras. Namun, bola masih dapat dihalau kiper Dewa United, Sonny Stevens, yang tampil gemilang sepanjang laga.
Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, mencoba menambah daya gedor timnya dengan memasukkan Kasim Botan menggantikan Mikael Tata. Namun, upaya itu tak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.
Menit ke-79, tendangan bebas dari Mohammed Rashid hampir saja membuka keunggulan bagi Persebaya Surabaya. Sayang, bola yang sempat membentur pagar pemain Dewa United hanya mengenai tiang gawang. Kesialan bagi Persebaya Surabaya berlanjut, karena beberapa menit kemudian, tendangan lemah Rivera dari luar kotak penalti juga masih bisa ditangkap oleh Sonny Stevens tanpa kesulitan.
Pada menit ke-89, Ardi Idrus mencoba mengubah situasi dengan melepaskan umpan panjang ke arah Slavko Damjanovic yang berada di dalam kotak penalti. Sayangnya, sekali lagi Sonny Stevens menunjukkan kepiawaiannya dengan memblok bola tersebut. Peluang demi peluang gagal dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Persebaya Surabaya.
Di masa tambahan waktu, Persebaya Surabaya akhirnya berhasil mencetak gol lewat Malik Risaldi. Namun, kebahagiaan para pemain dan ribuan suporter Bonek yang memadati stadion langsung pupus ketika wasit Asep Yandis menganulir gol tersebut karena Malik terjebak offside. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedua tim harus puas dengan skor imbang tanpa gol.
Secara statistik, Persebaya Surabaya mendominasi jalannya pertandingan dengan melepaskan 18 tembakan, 9 di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Dewa United hanya mampu melepaskan lima tembakan, dan hanya satu yang mengarah ke gawang. Namun, meski dominan, Persebaya Surabaya gagal memanfaatkan peluang yang ada.
Tambahan satu poin dari pertandingan ini membuat Persebaya Surabaya tetap memuncaki klasemen sementara Liga 1 dengan 17 poin dari tujuh laga yang telah dimainkan. Mereka unggul tiga poin dari Borneo FC, yang baru bermain enam kali. Meski masih berada di puncak klasemen, hasil imbang ini tentu menjadi alarm bagi Persebaya Surabaya, yang gagal memanfaatkan peluang untuk memperlebar jarak dengan para pesaingnya.
Di sisi lain, laga ini juga menjadi momen nostalgia bagi Alta Ballah, mantan pemain Persebaya Surabaya yang kini membela Dewa United. Usai pertandingan, Alta tak bisa menyembunyikan rasa rindunya bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, yang dipenuhi ribuan Bonek.
"Ya senang bisa main di sini, stadion bagus, terus juga tadi banyak pendukung dari tim tuan rumah, suporter, ya nostalgia lah," ujar Alta saat ditemui di Mixed Zone usai pertandingan.
Alta mengakui bahwa meraih satu poin dari kandang Persebaya Surabaya bukanlah hal yang mudah, mengingat kekuatan tim tuan rumah yang bermain di depan pendukung setianya.
"Apalagi main di kandang, di hadapan ribuan Bonek tadi, tapi ya bersyukurlah dapat 1 poin tadi," tambah Alta dengan nada penuh syukur.
Alta Ballah adalah salah satu pemain yang pernah merasakan atmosfer magis Stadion Gelora Bung Tomo saat masih berseragam Persebaya Surabaya. Meski kini telah berseragam Dewa United, Alta mengaku masih merasakan kehangatan dan semangat yang selalu diberikan oleh suporter setia Persebaya Surabaya.
Baginya, Bonek bukan hanya sekadar suporter, melainkan elemen penting dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola profesional.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
