
Andre Oktaviansyah jadi salah satu pencetak gol termuda Persebaya Surabaya yang masih membela Green Force di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@andreoktvn7)
JawaPos.com — Laga Persita Tangerang melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, menjadi sorotan bukan hanya karena kemenangan penting bagi Green Force, tetapi juga karena insiden kartu merah yang melibatkan Andre Oktaviansyah.
Pemain yang pernah menjadi andalan Timnas Indonesia U-19 ini harus rela diusir dari lapangan usai melakukan tindakan tidak sportif di menit-menit akhir pertandingan.
Andre Oktaviansyah, yang masuk di babak kedua menggantikan Gilson Costa pada menit ke-68, justru tampil penuh emosi. Ketika Persebaya Surabaya tengah berusaha mempertahankan keunggulan 1-0 atas Persita, Andre terlibat dalam sebuah insiden yang berujung kartu merah. Pada menit ke-90+9, dia kedapatan melakukan tindakan tidak terpuji dengan memukul pemain Persita Tangerang, Badrian Ilham, dari belakang.
Aksi ini tak luput dari pantauan wasit yang langsung memeriksa melalui VAR. Hasilnya jelas, Andre menerima kartu merah dan harus meninggalkan lapangan.
Beruntung bagi Persebaya Surabaya, insiden tersebut tidak mengubah hasil akhir pertandingan. Green Force tetap mengantongi tiga poin berkat gol semata wayang dari Bruno Moreira pada menit ke-11.
Meski insiden tersebut menyita perhatian publik, hal ini menjadi cerminan dari semakin tipisnya peluang Andre Oktaviansyah untuk mendapatkan menit bermain reguler di musim ini. Setelah sempat menjadi andalan di lini tengah Persebaya Surabaya musim lalu, Andre kini harus puas dengan peran sebagai pemain pengganti.
Perjalanan Andre Oktaviansyah bersama Persebaya Surabaya musim ini tidak berjalan mulus. Jika pada musim lalu dia menjadi pilihan utama di bawah asuhan pelatih Paul Munster, musim ini perannya cenderung menurun drastis. Dari empat laga yang sudah dimainkan Persebaya Surabaya, Andre hanya tampil dalam tiga pertandingan, itu pun sebagai pemain pengganti.
Dalam pertandingan melawan Persita Tangerang, Andre hanya bermain selama 22 menit sebelum akhirnya diusir dari lapangan. Total, dia baru bermain selama 43 menit di musim ini. Hal ini tentu jauh dari harapan seorang pemain yang pernah menjadi pilar penting di lini tengah Persebaya Surabaya.
Pada musim lalu, Andre mencatatkan 25 penampilan di Liga 1 dengan torehan satu gol dan dua assist. Namun, musim ini persaingan untuk mendapatkan tempat di lini tengah semakin ketat.
Kehadiran duo pemain asing, Gilson Costa dan Mohammed Rashid, menjadi tantangan besar bagi Andre. Keduanya tampil impresif di awal musim, membuat Andre kesulitan menembus starting eleven.
Selain itu, Toni Firmansyah, penggawa muda dari Timnas U-20, juga menjadi ancaman bagi Andre. Regulasi pemain U-22 yang diterapkan musim ini memberi keuntungan bagi Toni untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak, terlebih dia memiliki kemampuan yang cukup untuk bersaing di lini tengah Persebaya Surabaya.
Sejak bergabung dengan Persebaya Surabaya, Andre Oktaviansyah harus berjuang keras untuk mendapatkan tempat di tim utama. Pada musim perdananya di 2022/2023, dia bersaing dengan gelandang senior seperti M Hidayat dan Alwi Slamat. Ketika Hidayat mengalami cedera lutut, Andre mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya. Sayangnya, dia sempat tersingkir di awal musim 2023/2024 karena kedatangan Ripal Wahyudi, yang lebih diandalkan oleh pelatih saat itu.
Peruntungan Andre berubah ketika Aji Santoso mengundurkan diri di pekan ketujuh. Setelah itu, Andre kembali mendapatkan kepercayaan di bawah asuhan pelatih sementara Uston Nawawi, kemudian Josep Gombau, dan akhirnya Paul Munster. Dia menjadi pilihan utama di lini tengah dan menunjukkan performa yang stabil sepanjang musim.
Namun, musim ini nampaknya menjadi ujian berat bagi Andre. Selain persaingan ketat di lini tengah, dia juga harus berjuang untuk mendapatkan kembali kepercayaan pelatih setelah insiden kartu merah yang mencoreng namanya. Jika tidak segera memperbaiki perilakunya di lapangan, Andre bisa kehilangan lebih banyak kesempatan bermain, terlebih dengan adanya pemain-pemain muda berbakat seperti Toni Firmansyah yang siap mengisi posisi tersebut.
Nama Andre Oktaviansyah sempat melambung ketika dia menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia U-16 dan U-19. Total, dia tampil dalam lima pertandingan untuk kedua kategori timnas tersebut. Andre dikenal sebagai gelandang serba bisa yang memiliki visi bermain baik dan kemampuan bertahan yang solid.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
