
Paul Munster menunjukkan kepiawaiannya membaca pertandingan Persebaya Surabaya dengan memasukkan pemain pengganti yang tepat. (Instagram/@officialpersebaya)
JawaPos.com — Paul Munster memang membawa harapan baru bagi Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2023/2024. Dengan rentetan hasil yang cukup positif dalam tiga laga awalnya, Munster mampu mengumpulkan 5 poin dari 1 kemenangan dan 2 hasil imbang.
Namun, jika dibandingkan dengan beberapa pelatih Persebaya Surabaya sebelumnya, termasuk Aji Santoso, torehan Munster belum bisa dianggap yang terbaik.
Paul Munster memulai debutnya bersama Persebaya Surabaya dengan hasil imbang 1-1 melawan PSIS Semarang pada pekan ke-20 Liga 1 Indonesia 2023/2024. Laga tersebut memperlihatkan lini serang Persebaya Surabaya yang masih perlu lebih tajam, meskipun lini pertahanan solid hanya kebobolan satu gol.
Pada pekan selanjutnya, Paul Munster mencatat kemenangan pertamanya dengan hasil tipis 1-0 melawan Bhayangkara Presisi Indonesia FC. Kemenangan ini memberi angin segar bagi Bonek, julukan suporter Persebaya Surabaya, meski mereka berharap performa lebih meyakinkan. Kemudian di pekan ke-25, Persebaya Surabaya kembali harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang.
Secara keseluruhan, hasil dari tiga laga awal Paul Munster bersama Persebaya menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Meskipun masih ada pekerjaan rumah di sektor serangan, terutama dalam hal produktivitas gol, pertahanan yang hanya kebobolan dua gol dalam tiga laga merupakan salah satu poin positif. Namun, raihan 5 poin Paul Munster ini ternyata masih kalah jika dibandingkan dengan torehan debut Aji Santoso bersama Green Force.
GRAFIS
Aji Santoso, yang menangani Persebaya Surabaya pada Liga 1 Indonesia 2019, memulai tiga laga perdananya dengan hasil gemilang. Dari tiga pertandingan awal, Aji mampu mengumpulkan 7 poin, hasil dari dua kemenangan dan satu kali imbang.
Pada pekan ke-26, Aji berhasil membawa Persebaya Surabaya menang dramatis 3-2 melawan PSM Makassar. Laga berikutnya, Green Force menahan imbang TIRA-Persikabo 2-2, kemudian Aji melanjutkan tren positif dengan kemenangan tipis 1-0 atas Persipura Jayapura. Selain torehan poin yang lebih baik, Aji juga berhasil mencatat produktivitas gol yang cukup tinggi, dengan total 6 gol dalam tiga pertandingan.
Jika dibandingkan, debut Aji Santoso jelas lebih superior dalam hal poin dan produktivitas gol. Meski sama-sama belum terkalahkan dalam tiga laga pertama, Aji Santoso berhasil meraih dua kemenangan, sedangkan Paul Munster baru mencatat satu kemenangan.
Selain itu, Aji Santoso mampu menghasilkan lebih banyak gol (6 gol) dibandingkan dengan Paul Munster yang hanya mencetak 3 gol dalam tiga laga awalnya.
Namun, Paul Munster tidak sepenuhnya tertinggal jika dibandingkan dengan pelatih-pelatih Persebaya Surabaya lainnya di era Liga 1 Indonesia. Misalnya, Alfredo Vera yang menangani Persebaya Surabaya pada Liga 1 Indonesia 2018 hanya berhasil meraih 4 poin dari tiga laga awalnya. Alfredo Vera mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Produktivitas gol Alfredo Vera bersama Persebaya Surabaya saat itu juga tidak begitu impresif, dengan hanya mencetak 3 gol dan kebobolan 3 gol.
Sementara itu, Djadjang Nurdjaman, yang menggantikan Alfredo Vera di tengah musim 2018, juga meraih hasil yang serupa. Dalam tiga laga pertamanya, Djadjang Nurdjaman berhasil mengumpulkan 4 poin, dengan satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.
Namun, yang menarik dari era Djadjang adalah produktivitas gol yang tinggi. Dalam tiga laga tersebut, Persebaya Surabaya mampu mencetak 7 gol, meskipun harus kebobolan 6 gol.
Di musim 2023/2024, Josep Gombau, yang menjadi pelatih Persebaya Surabaya sebelum Paul Munster, juga mengawali tiga laga pertamanya dengan hasil yang kurang memuaskan. Josep Gombau hanya mampu meraih 4 poin dari tiga laga awal, dengan satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Selain itu, timnya kebobolan 5 gol dalam tiga pertandingan, meskipun berhasil mencetak 4 gol.
Melihat perbandingan tersebut, raihan poin Paul Munster di tiga laga awalnya bersama Persebaya Surabaya masih tergolong baik, meskipun belum bisa melampaui prestasi Aji Santoso. Namun, catatan ini menunjukkan bahwa setiap pelatih memiliki tantangan dan dinamika tersendiri dalam membangun tim.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
