Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 September 2024 | 03.14 WIB

Respons Polemik PHK 43 Karyawan PSSI jelang Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Erick Thohir: PSSI Lagi Bersih-Bersih  

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan keterangan usai launching Liga 2 di Pegadaian Tower, Selasa (3/9). (Dimas Ramadhan/JawaPos.com) - Image

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan keterangan usai launching Liga 2 di Pegadaian Tower, Selasa (3/9). (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

JawaPos.com – Ketua Umum PSSI Erick Thohir akhirnya menjawab polemik pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh federasi terhadap puluhan karyawannya.

Orang nomor satu di sepak bola Indonesia tersebut beralasan bahwa langkah itu merupakan bagian dari upaya bersih-bersih.

PSSI kemarin (2/9) membuat kehebohan dengan memecat sebanyak 43 karyawannya, menjelang laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Itu terungkap setelah Eko Rahmawanto, selaku head of media PSSI, menjadi salah satu karyawan yang terdepak. 

Ke-43 karyawan tersebut terdiri dari berbagai divisi. Bagian media dan teknik PSSI menjadi yang terdampak paling banyak. Semua anggota dan koordinator kedua divisi tersebut turut menjadi korban.

"Oh, bersih-bersih karyawan di PSSI. Waktu saya terpilih menjadi ketua umum waktu itu, saya ingat sekali langsung saya sampaikan. Saya ingin karena ini amanah dari masyarakat Indonesia dan juga dari stakeholder sepak bola, saya bilang saya punya komitmen sebagai ketua melakukan pembangunan sepak bola yang bersih dan berprestasi," terang Erick.

Sejak terpilih, frasa 'bersih-bersih' memang terus digaungkan oleh PSSI di bawah pimpinan Erick Thohir. Dia pun mengklaim sudah melaksanakan itu pada tahun pertamanya.

"Kami fokus mengenai bersih-bersih tim nasional. Kami ubah pola pikirnya, kami perbaiki, hasilnya baik," katanya.

"Sama di tahun berikutnya kita juga bersih-bersih Liga. Liga 1 kita udah bersih-bersih. Tidak ada lagi match fixing. Kalau ada ya kita gigit. Udah pasti. Sampai tadi saya sampaikan juga Liga 2. Kalau ada macem-macem juga laporin. Ya saya akan gigit juga," imbuh Erick yang juga menteri BUMN itu.

Pada pertengahan tahun ini, lanjut erick, giliran PSSI yang melakukan bersih-bersih di internalnya sendiri. Menurut Erick, langkah ini perlu dilakukan guna mengembangkan sepak bola nasional. "PSSI ini jantungnya. Jantungnya sepak bola Indonesia," jelasnya.

"Nah karena itu ya saya berusaha memperbaiki bersama Pak sekjen (Yunus Nusi), bersama semua Exco (anggota komite eksekutif) yang mendukung program bersih-bersih saya. Bahwa tidak mungkin ke depan PSSI tidak dikelola dengan transparan dan baik," imbuh Erick.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore