
Bintang Persebaya Surabaya Mohammed Rashid jadi inspirasi bagi generasi sekarang, di mana pendidikan juga penting bagi pemain sepak bola profesional. (Instagram/@moerashid95)
JawaPos.com — Mohammed Rashid bukanlah sosok pesepak bola biasa yang sedari kecil telah meniti karier di lapangan. Bahkan, sepak bola bukanlah tujuan utama dalam hidupnya.
Bintang Persebaya Surabaya ini mengungkapkan bahwa ketika dia mulai menjejakkan kakinya di Amerika Serikat pada 2013, tujuannya bukan untuk menjadi pemain sepak bola profesional, melainkan untuk mengejar gelar sarjana di bidang artificial psychology.
Mohammed Rashid menjelaskan tentang bagaimana transisinya dari dunia akademik menuju panggung sepak bola internasional. "Bukan tujuan saya untuk menjadi pemain sepak bola," ujar Mohammed Rashid mengenang masa-masa ketika sepak bola masih dianggap sebagai hobi semata, bukan profesi, dikutip dari laman resmi FIFA.com.
Meskipun Mohammed Rashid memiliki ketertarikan pada olahraga sepak bola, dia menganggap pendidikan sebagai prioritas utama. Ketika pindah ke Amerika Serikat, sepak bola justru berada di belakang layar.
Fokusnya sepenuhnya tercurah pada studinya di bidang artificial psychology. Setelah berhasil meraih gelar sarjana, masa depan Mohammed Rashid tampak jelas di dunia akademik dan teknologi. Dia bersiap untuk memulai karier di bidang spesialisasinya, meninggalkan mimpi sepak bola jauh di belakang.
Namun, nasib berkata lain, karena periode 2018 menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Panggilan tak terduga dari tim nasional Palestina untuk mengikuti Piala AFC U-23 mengubah segalanya. "Saya siap untuk bekerja di bidang saya. Namun, ketika saya mendapatkan panggilan itu, semuanya berubah," jelas Mohammed Rashid.
Tampil di Piala AFC U-23 dan Asian Games 2018 bukan hanya mengubah perspektifnya terhadap sepak bola, tetapi juga membukakan pintu untuk karier internasionalnya.
Dari seorang mahasiswa yang bercita-cita bekerja di dunia teknologi, Mohammed Rashid berubah menjadi pemain sepak bola profesional yang kini menjadi andalan di lapangan.
Setelah tampil gemilang di turnamen tersebut, Mohammed Rashid mulai fokus penuh pada sepak bola. Dia kembali ke Palestina dan bergabung dengan klub-klub lokal seperti Al-Bireh dan Al-Quds Hilal.
Tak hanya itu, Mohammed Rashid juga sempat mengarungi petualangan di Liga Arab Saudi bersama Al-Jeel sebelum akhirnya melabuhkan kariernya di Asia Tenggara, bergabung dengan Persib Bandung dan Bali United sebelum akhirnya menjadi bintang di Persebaya Surabaya.
Momen yang paling mengesankan dalam karier internasional Mohammed Rashid adalah ketika dia mencetak gol internasional pertamanya melawan Arab Saudi dalam Piala Arab FIFA 2021.
Mohammed Rashid yang biasanya lebih dikenal sebagai gelandang bertahan berhasil menorehkan namanya di papan skor melalui tendangan spektakuler dari jarak 30 yard, menggetarkan gawang lawan pada menit kedua perpanjangan waktu babak pertama. Gol tersebut menjadi salah satu highlight dari penampilannya melawan raksasa Asia, Arab Saudi.
Ketika berbicara tentang gol tersebut, Mohammed Rashid dengan antusias menjelaskan bagaimana dia melakukannya. “Tahukah Anda bagaimana saya melakukannya?” tanyanya dengan senyum di wajahnya. “Saya menendang bola dengan punggung kaki saya, yang membuatnya sangat kuat. Sebelumnya saya sudah mencoba tembakan dari jarak yang sama, tapi berhasil diselamatkan kiper. Kali ini, saya berhasil,” jelasnya.
Perayaan setelah gol itu juga menjadi momen yang tak terlupakan. Mohammed Rashid langsung berlari menuju tribun untuk menghormati temannya, Rami Hamada, yang cedera.
"Rami mengatakan kepada saya sebelum pertandingan bahwa dia merasa saya akan mencetak gol hari ini. Ketika saya melakukannya, saya langsung teringat padanya dan ingin memotivasinya untuk kembali dengan kuat ke tim nasional," tambah Mohammed Rashid.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
