
Arief Catur Pamungkas tampil sangat baik bersama Persebaya Surabaya musim ini dan semakin matang untuk berjuang di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@officialpersebaya)
JawaPos.com — Performa Arief Catur Pamungkas bersama Persebaya Surabaya selama beberapa musim terakhir telah menarik perhatian, terutama terkait rekor kartu kuning yang dia kumpulkan di Liga 1 Indonesia.
Pemain belakang yang tangguh ini kerap kali terlibat dalam bentrokan fisik di lapangan, dan itu membuatnya sering berurusan dengan wasit hingga berujung pemberian kartu.
Meski dikenal sebagai sosok pemain yang tidak segan bertarung untuk mempertahankan pertahanan timnya, rekor kartu kuning Arief Catur Pamungkas justru sering menjadi sorotan.
Liga 1 Indonesia 2024/2025 sepertinya belum menunjukkan perubahan signifikan, meskipun ada beberapa tanda perbaikan dalam performa disiplin dari dirinya. Cedera yang sempat membuatnya absen pada pekan-pekan awal juga tidak menghalangi peran krusialnya di lini belakang Persebaya Surabaya.
Liga 1 Indonesia 2024/2025 dimulai dengan kabar kurang menyenangkan bagi Arief Catur Pamungkas. Cedera yang dialaminya pada pekan kedua Liga 1 Indonesia membuatnya absen beberapa pekan.
Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, menjelaskan bahwa cedera tersebut sensitif dan membutuhkan waktu pemulihan yang hati-hati. Menurutnya, kepastian kapan Arief Catur Pamungkas akan kembali bermain dengan kondisi 100 persen masih belum bisa dipastikan.
Meski demikian, Paul Munster optimistis melihat progres Arief Catur Pamungkas yang secara perlahan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
“Ini masih butuh sedikit waktu. Itu cedera yang sensitif. Saya tidak bisa memperkirakan waktunya,” ujar Paul Munster kepada media. “Saya lihat per minggu. Satu minggu, dua minggu, tiga minggu. Sekarang Malik (Risaldi) sudah kembali. Itu bagus. Yang penting Catur sudah kembali dengan baik.”
Walaupun absen karena cedera, kontribusi Arief Catur Pamungkas selama dua pertandingan di awal musim 2024/2025 tetap memberikan dampak signifikan bagi pertahanan Persebaya Surabaya. Dalam dua penampilannya, dia sudah bermain selama total 144 menit dan mengantongi satu kartu kuning.
Musim ini, Arief Catur Pamungkas telah mengantongi satu kartu kuning dalam dua penampilan. Angka tersebut mungkin belum terlalu mencolok jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya, namun bisa menjadi sinyal bahwa dia masih harus memperbaiki sisi disiplinnya di lapangan.
Sebagai pemain bertahan, intensitas bentrokan fisik tentu tidak terhindarkan, namun manajemen agresivitas menjadi kunci agar tidak merugikan tim.
Untuk memahami bagaimana tren kartu kuning Arief Catur Pamungkas berkembang, kita bisa melihat statistik musim-musim sebelumnya. Pada Liga 1 Indonesia musim 2023/2024, Arief Catur Pamungkas bermain dalam 26 pertandingan dengan catatan waktu bermain sebanyak 2.227 menit.
Dari segi disiplin, musim ini mencatatkan jumlah kartu yang cukup tinggi. Arief Catur Pamungkas mengumpulkan total 5 kartu kuning, bahkan dirinya menerima dua kartu merah. Ini jelas menjadi sorotan, karena dua kartu merah dalam satu musim menandakan bahwa dia sering berada dalam situasi berisiko.
Namun, musim 2023/2024 bukanlah puncak jumlah kartu kuning yang dikantongi Arief Catur Pamungkas. Pada musim 2022/2023, dia mengumpulkan tujuh kartu kuning hanya dalam 21 pertandingan.
Meskipun menit bermainnya lebih sedikit dibandingkan musim berikutnya (1.391 menit), angka tersebut menunjukkan bahwa dalam satu pertandingan, Arief Catur Pamungkas rata-rata hampir selalu mendapatkan kartu peringatan dari wasit.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
