
Hendri Susilo. (Instagram/@semenpadangfcid)
JawaPos.com — Nama Hendri Susilo kembali mencuri perhatian di panggung sepak bola Indonesia, terutama setelah kemenangan perdananya bersama Semen Padang di Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Meski kemenangan ini menjadi angin segar bagi Kabau Sirah, posisi Hendri Susilo belum sepenuhnya aman. Sebelum pertandingan melawan PSS Sleman, posisi Hendri Susilo disebut-sebut berada di ujung tanduk. Namun, kemenangan tipis 1-0 di Stadion Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Jakarta itu menjadi penentu nasib sementara sang pelatih.
Hendri Susilo, yang sebelumnya pernah menukangi Persiraja Banda Aceh dan Sriwijaya FC, mengaku bersyukur atas kemenangan tersebut. "Saya hanya bisa mengucapkan syukur Alhamdulillah untuk laga sore ini (kemarin). Anak-anak menang dan membawa tiga poin. Itu sangat spesial. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah," ungkapnya seusai pertandingan.
Namun, meskipun berhasil mencatat kemenangan perdananya di musim ini, Hendri Susilo tetap berada dalam ancaman pemecatan.
Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade, memberikan sinyal bahwa posisi Hendri masih dalam evaluasi meski berhasil menang. "Kami menang, tapi secara permainan tidak memuaskan. Kami ditekan terus. Bahkan, dalam 10 menit terakhir pemain kami tidak berani menyerang keluar," ungkap Andre.
Kemenangan itu belum cukup memuaskan manajemen Semen Padang yang menuntut lebih dari sekadar hasil akhir. "Kami akan ada tindakan. Mungkin menunggu satu pertandingan lagi. Setelah itu, akan ada evaluasi besar-besaran," imbuh Andre.
Tak hanya soal kemenangan, rumor pergantian pelatih semakin mencuat setelah Andre mengungkapkan bahwa ada sekitar 20 pelatih asing yang ditawarkan kepada manajemen Semen Padang.
Salah satu nama yang santer terdengar adalah Thomas Doll, mantan pelatih Persija Jakarta. "Ya, terus terang ada sekitar 20 pelatih asing yang masuk ke manajemen. Tapi, belum ada keputusan. Sampai hari ini (kemarin) kami masih percaya terhadap coach Hendri, tapi akan dievaluasi," tegas Andre, memberi sinyal adanya kemungkinan perubahan besar.
Hendri Susilo sendiri menanggapi situasi ini dengan tenang. Dia siap menerima keputusan apapun yang diambil oleh manajemen. "Saya mengembalikan ke manajemen. Pada intinya, saya siap dengan situasi A, B, dan C. Itu normal sebagai pelatih," ujar Hendri Susilo dengan sikap pasrah.
Melihat rekam jejak Hendri Susilo selama menukangi klub di Liga 1 Indonesia, catatan prestasinya jauh dari gemilang. Menurut data Transfermarkt, Hendri Susilo telah menjadi pelatih sejak Liga 1 Indonesia 2019/2020.
Sepanjang kariernya di kompetisi tertinggi Indonesia ini, Hendri Susilo hanya mampu meraih 3 kemenangan dari 16 pertandingan yang dia pimpin.
Catatan ini memperlihatkan betapa sulitnya Hendri Susilo untuk mencapai konsistensi kemenangan di kompetisi paling bergengsi di Tanah Air. Pada Liga 1 Indonesia 2019/2020, Hendri menukangi Persiraja Banda Aceh, klub yang saat itu baru promosi ke Liga 1 Indonesia.
Dalam musim tersebut, dia berhasil meraih kemenangan pertamanya di pekan ketiga, ketika Persiraja Banda Aceh berhasil menaklukkan Persik Kediri dengan skor 1-0 pada 14 Maret 2020. Namun, setelah itu, performa timnya mulai menurun.
Liga 1 Indonesia 2021/2022 juga menjadi musim yang tidak bersahabat bagi Hendri. Saat kembali menukangi Persiraja Banda Aceh, dia hanya mampu meraih satu kemenangan dari 11 pertandingan yang dia jalani. Kekalahan demi kekalahan datang, bahkan beberapa di antaranya dengan skor telak.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
