Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Agustus 2024 | 01.53 WIB

Blunder Fatal di Liga 1 Indonesia, Adi Satryo dan Ernando Ari Tetap Jadi Andalan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Ernando Ari tampil cukup apik meskipun sempat membuat blunder di awal laga Persebaya Surabaya kontra Barito Putera. (Instagram/@officialpersebaya) - Image

Ernando Ari tampil cukup apik meskipun sempat membuat blunder di awal laga Persebaya Surabaya kontra Barito Putera. (Instagram/@officialpersebaya)

JawaPos.com — Kesalahan kiper menjadi salah satu hal yang paling disorot dalam pertandingan sepak bola, apalagi jika kiper tersebut merupakan pilar dari tim nasional.

Pada pekan ketiga Liga 1 Indonesia musim 2024/2025, dua penjaga gawang Timnas Indonesia, Adi Satryo dan Ernando Ari, menjadi sorotan akibat blunder yang mereka lakukan.

Meski demikian, keberuntungan masih berpihak pada kedua tim mereka, PSIS Semarang dan Persebaya Surabaya, yang tetap berhasil meraih kemenangan.

Dalam pertandingan Jumat (23/8/2024), dua laga yang berbeda memperlihatkan performa yang beragam dari kedua kiper muda ini. PSIS Semarang berhadapan dengan PSBS Biak di Stadion Moch. Soebroto, Magelang.

Di pertandingan sore hari tersebut, PSIS berhasil meraih kemenangan tipis 1-0, berkat gol tunggal Gali Freitas di babak kedua. Meskipun berhasil mencatatkan clean sheet, Adi Satryo, kiper PSIS yang juga merupakan kiper Timnas Indonesia, sempat membuat kesalahan yang hampir berakibat fatal.

Blunder tersebut terjadi pada menit keempat, ketika Adi mencoba melakukan dummy untuk mengelabui pemain lawan. Namun, usahanya tidak berhasil dan bola direbut oleh salah satu pemain PSBS yang langsung mengoper bola ke striker mereka.

Beruntung, sepakan striker PSBS melambung tinggi di atas mistar gawang, sehingga kesalahan Adi tidak berujung gol. Meskipun sempat melakukan kesalahan, Adi tetap menunjukkan mentalitas yang kuat sepanjang pertandingan, melakukan beberapa penyelamatan krusial yang membantu PSIS mempertahankan kemenangan.

Sementara itu, dalam laga yang berlangsung di malam hari antara Persebaya Surabaya dan Barito Putera di Stadion Gelora Bung Tomo, blunder lain terjadi pada kiper Timnas Indonesia lainnya, Ernando Ari. Laga baru berjalan 30 detik, Ernando melakukan kesalahan saat melakukan clearance. Sapuan Ernando membentur pemain Persebaya Surabaya yang kemudian diteruskan oleh Lucas Morelatto menjadi gol pembuka. Gol cepat ini sempat memberikan tekanan besar pada Persebaya.

Namun, Persebaya berhasil bangkit dari ketertinggalan. Pada menit ke-26, Persebaya memperoleh hadiah penalti setelah Chechu Meneses melakukan handball di dalam kotak penalti dan langsung menerima kartu merah.

Bruno Moreira yang menjadi eksekutor penalti berhasil menyamakan kedudukan. Pertandingan semakin memanas ketika kedua tim saling berusaha merebut keunggulan, hingga akhirnya di menit-menit akhir, Mohammad Rashid melepas tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal dihentikan oleh kiper Barito Putera. Gol ini memastikan kemenangan Persebaya dengan skor 2-1.

Meskipun blunder Ernando Ari hampir membuat Persebaya kehilangan poin, keberanian dan semangat tim secara keseluruhan mampu membalikkan situasi. Ernando, yang juga salah satu andalan di bawah mistar gawang Timnas Indonesia, bisa sedikit bernapas lega setelah timnya berhasil meraih tiga poin penuh.

Kesalahan yang dilakukan oleh Adi Satryo dan Ernando Ari tentu menjadi perhatian, terutama bagi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Blunder semacam ini jelas menjadi catatan penting, apalagi Timnas Indonesia akan segera menjalani laga krusial di kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pada September 2024, Indonesia akan bertandang ke Arab Saudi pada 5 September, kemudian menjamu Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 10 September.

Meski blunder keduanya jadi perbincangan, Shin Tae-yong tampaknya masih menaruh kepercayaan penuh pada kedua penjaga gawang ini. Dalam beberapa kesempatan, Shin Tae-yong memang selalu menekankan bahwa kesalahan adalah bagian dari proses pembelajaran, dan kunci keberhasilan adalah bagaimana seorang pemain bisa bangkit dari kesalahan tersebut.

Kepercayaan ini mungkin beralasan. Di satu sisi, Adi Satryo yang masih muda punya potensi besar untuk terus berkembang. Dia pernah menjadi pilihan utama di Piala AFF U-19 dan beberapa pertandingan kualifikasi Timnas Indonesia.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore